Pasca El Nino, RI Masuk Musim Paceklik

Pasca El Nino, RI Masuk Musim Paceklik

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2015 14:40 WIB
Pasca El Nino, RI Masuk Musim Paceklik
Jakarta - Fenomena El Nino yang membuat kemarau panjang tak hanya terasa pada sektor pertanian hingga Oktober-November 2015. Dampak El Nino bakal mempengaruhi stok dan produksi pangan (padi) di masa paceklik atau di luar masa panen Oktober 2015 hingga Maret 2016.

"Dampak el nino kalau mulai Oktober, berarti musim tanam Oktober itu yang akan berpengaruh. Musim tanam Oktober berpengaruh pada produksi 2016," kata Deputi Bidang Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Adi Lumaksono, usai Rapat Koordinasi Antisipasi El Nino di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Untuk mencegah krisis beras di musim paceklik pada awal tahun 2016, Adi meminta Perum Bulog memperkuat stok. Idealnya, di akhir tahun Bulog memiliki stok antara 2 juta sampai 2,5 juta ton beras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi harus diperkuat cadangan di akhir tahun ini. Sekarang ini yang ada di Bulog cadangan (beras) 1,5 juta ton, dan nanti di akhir tahun cadangan harus 2 sampai 2,5 juta ton untuk mengantisipasi pada awal tahun berikutnya," tandasnya.

Bulog membutuhkan tambahan dana kurang lebih Rp 3 triliun untuk pengadaan beras hingga akhir tahun ini. "Katanya, kira-kira dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp 3 triliun untuk semua pengadaan," katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan Bulog dalam mencapai stok hingga lebih dari 2 juta ton beras di akhir tahun sangat bergantung pada keberhasilan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi beras. Jika produksi beras tidak jatuh akibat el nino, stok Bulog bisa mencapai batas aman stok beras.

"Kemampuan untuk menyerap ini tergantung dari produksi. Kalau Mentan (Amran Sulaiman) meyakini produksi masih cukup dengan adanya El Nino dan sebagainya, walaupun nanti ada skenario paling buruk dan moderat, dia masih tetap optimistis," kata Adi.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads