Impor Jagung Disetop, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Impor Jagung Disetop, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Lani Pujiastuti - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2015 21:35 WIB
Impor Jagung Disetop, Ini yang Dilakukan Pemerintah
Jakarta - Pemerintah memutuskan stop sementara impor jagung sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pihak Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak Bulog, asosiasi, perusahaan pakan untuk meningkatkan pengadaan jagung lokal.

Kementan menegaskan bila impor jagung disetop hanya sementara sambil pemerintah mengecek betul kebutuhan jagung impor khususnya untuk pakan ternak. Selama ini ada keanehan karena Indonesia bisa ekspor jagung namun masih impor jagung.

"Selama impor jagung dihentikan, pemerintah meminta Bulog dan asosiasi serta perusahaan bekerja sama dalam pengadaan jagung lokal maupun impor. Semangatnya bersama-sama dengan pemerintah mengecek betul kebutuhan pakan. Sebelum impor dibuka, betul-betul cek diperlukan atau nggak," kata Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Muladno ketika ditemui detikFinance di ruangannya, Gedung C Kementerian Pertanian, Kamis (6/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muladno menginginkan kebutuhan jagung untuk pakan ternak harus dicek betul jumlahnya. Jumlah yang diimpor harus disesuaikan dengan ketersediaan jagung lokal dan kebutuhan industri maupun peternak.

Dampak dari stop sementara impor jagung, Muladno menjelaskan ada beberapa pengiriman jagung yang tertahan. Termasuk pengiriman yang sudah di tengah laut menuju Indonesia. Pemerintah memutuskan sementara hanya memperbolehkan masuk pengiriman yang sudah mengantongi surat persetujuan pemasukan (SPP).

"Sementara ini, pengiriman yang sudah ada SPP nya boleh masuk. Lalu yang SPP nya belum ada, termasuk yang di tengah laut, harus mau bekerja sama dulu dengan Bulog dalam hal pengadaan jagung baru boleh masuk," katanya.

Muladno menegaskan penghentian impor hanya sementara. "Sementara saja distopnya, kalau mereka sudah mau kerjasama dengan Bulog, ya silahkan masuk," tegasnya.

Muladno menjelaskan, pemerintah ingin mengkaji betul mengapa Indonesia masih bisa ekspor jagung namun harus impor untuk memenuhi kebutuhan pakan dalam negeri.

"Supaya kebutuhan jagung terverifikasi semua. Kalau nanti dari kerjasama mengatakan memang stok lokal habis, berarti betul-betul perlu impor. Kan pemerintah jadi nyaman sebab memang nggak ada stok. Selama ini kerjasama belum bagus," ujar Muladno.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads