"Kemarin bahas antisipasi kekeringan saja. Diminta untuk percepat lagi upaya mengatasi kekeringan. Pembangunan ribuan embung, pembagian traktor diperbanyak," ungkap Amran usai senam pagi di Lapangan Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (7/8/2015).
Amran menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai antisipasi untuk meminimalkan dampak el nino. Sejak Januari 2015, sebanyak 21 ribu pompa telah dibagikan ke seluruh Indonesia, jaringan irigasi tersier untuk lahan seluas 1,3 juta ha sudah direhabilitasi, 330 sumur dangkal sudah bangun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pantauannya, kekeringan sudah mulai terlihat di sejumlah daerah seperti Indramayu, Cirebon, Demak, dan Pati. Namun, dirinya optimis el nino tak akan banyak mempengaruhi produksi beras tahun ini. Sebab, antisipasi yang dilakukan Kementan sejak awal tahun telah berhasil menekan angka kegagalan panen.
Tahun lalu, lahan yang kekeringan pada Januari-Juni mencapai 158 ribu hektar. Sedangkan Januari-Agustus 2015 ini kekeringan hanya menyerang 52 ribu ha alias berkurang 100 ribu hektar.
"Semoga nanti yang puso lebih sedikit dari ramalan. Upaya kita ada hasilnya, menekan kekeringan 100 ribu hektar, karena kita membentuk tim khusus," pungkasnya.
(ang/ang)











































