Harga Lesu, Produksi Karet RI Turun

Harga Lesu, Produksi Karet RI Turun

Lani Pujiastuti - detikFinance
Jumat, 07 Agu 2015 13:31 WIB
Harga Lesu, Produksi Karet RI Turun
Jakarta - Ekspor beberapa komoditas andalan Indonesia memang tengah turun harganya, termasuk karet. Pasokan karet dunia sedang melimpah, dan membuat harganya turun. Akhirnya, petani enggan menanam dan memanen karet. Produksinya pun merosot.

"Ekspor sebagian besar komoditas Indonesia sedang turun dan harganya pun sedang merosot, salah satunya karet. Secara alami akan mengurangi suplai, makanya catatan produksi juga turun," jelas Dedi Junaedi, Direktur Pemasaran Hasil Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, saat ditemui detikFinance usai pelantikan pejabat eselon II di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (7/8/2015).

Turunnya ekspor karet tercatat dalam data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Ekspor karet alam Indonesia hingga Juni 2015 tercatat 1.303.590 ton, atau turun 3,1% dari periode yang sama di 2014 sebesar 1.345.210 ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kuartal I-2015, produksi karet Indonesia turun 7,3% menjadi 777.000 ton, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 838.000 ton. Sementara pada Januari-Juni 2015, produksi karet Indonesia tercatat 1.617.500 ton.

"Ekspor karet turun, harus diatasi dengan memaksimalkan serapan atau pemakaian di dalam negeri. Misalnya karet diserap untuk bidang infrastruktur," jelas Dedi.

Dia menceritakan hasil kunjungannya ke Jepang beberapa waktu lalu untuk menjajaki ekspor. Ia menemukan karet banyak digunakan untuk bahan aspal jalan raya. "Aspal jalan raya di Jepang dicampur dengan karet alam. Nah artinya Indonesia punya harapan menyerap karet dalam negeri untuk infrastruktur juga," terang Dedi.

Produsen utama karet dunia adalah Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Data hingga Agustus 2015 produksi karet Indonesia turun 7,3%, Thailand masih bisa tumbuh 15,5%, Malaysia turun 0,4% sedangkan Vietnam masih bisa tumbuh 20% dibanding triwulan I-2014.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads