Setop Impor Jagung, Kementan Pede Ada Surplus 3 Juta Ton

Setop Impor Jagung, Kementan Pede Ada Surplus 3 Juta Ton

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 07 Agu 2015 18:06 WIB
Setop Impor Jagung, Kementan Pede Ada Surplus 3 Juta Ton
Jakarta - Kementerian Pertanian menyatakan pengendalian impor jagung tak perlu dikhawatirkan. Sebab, berdasarkan Angka Ramalan I (ARAM I) dari Badan Pusat Statistik (BPS) Juni lalu, produksi jagung tahun ini diperkirakan 20,6 juta ton.

Bila angka tersebut dapat tercapai di akhir tahun, bukan saja seluruh kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi, tapi juga ada surplus. Dengan perhitungan total kebutuhan jagung di dalam negeri, termasuk untuk pakan ternak sebanyak 17 juta ton, maka produksi jagung tahun ini berpeluang surplus 3 juta ton.

"Kalau 20,6 juta ton itu tercapai, pasti cukup, surplus 3 juta ton," kata Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Hasil Sembiring, saat ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (7/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski surplus, diakui Hasil, suplai jagung tak merata sepanjang tahun. Produksi melimpah saat musim panen bulan Maret-April tapi kurang saat Agustus-November. Menurutnya, perlu dikembangkan storage atau tempat penyimpanan untuk jagung, sehingga hasil panen jagung dapat disimpan untuk mengisi kebutuhan pada saat paceklik.

"Storage-nya perlu dikembangkan, penyimpanannya perlu didorong. Ketika surplusnya banyak, penyimpanan kita harus bagus," paparnya.

Dia menyarankan agar Perum Bulog selaku BUMN di bidang pangan, koperasi petani jagung, dan para pengusaha pakan ternak untuk membangun storage jagung. "Storage bisa saja dikembangkan oleh Bulog, oleh koperasi petani, atau pengusaha pakan ternak," tukas Hasil.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, pengendalian impor jagung yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian merupakan upaya melindungi para petani maupun masyarakat sebagai konsumen. "Kita ini mengendalikan impor jagung biar petani nyaman, konsumen nyaman," tegas Amran.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Muladno, menyatakan telah memastikan ketersediaan jagung sebagai pakan ternak aman selama pemberhentian impor jagung berlaku.

"Saya sudah pastikan ketersediaan jagung di peternak aman dan nggak terganggu karena selama ini jagung yang diimpor dan sudah sampai ke Indonesia sudah dibongkar. Peternak punya stok beberapa bulan ke depan," Muladno menjelaskan.

Sebagai informasi, pada 2014 Indonesia mengimpor 3 juta ton jagung dari total kebutuhan jagung untuk jagung pakan ternak sebanyak 8 juta ton. Di sisi lain, Indonesia masih mencatatkan ekspor jagung 400.000 ton.

Kondisi tersebut, menurut Muladno, perlu dikaji kembali. "Kami ingin kaji, tata kembali sampai kondisi nyaman, pemerintah ikut memantau. Kalau memang betul-betul stok sesuai kondisi lapangan sudah habis, silahkan impor. Itu yang saya sebut nyaman," ucapnya.

Muladno menegaskan, langkah ini didorong keinginan pemerintah memasukkan peran Bulog dalam pengadaan jagung baik lokal maupun impor. "Pemerintah tidak memberi hak khusus hanya Bulog untuk mengimpor. Tetap semua boleh mengimpor, cuma kerjasama dengan Bulog. Dengan adanya Bulog, paling tidak ada perwakilan pemerintah," tutupnya.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads