Hong Kong Rayu RI dan ASEAN Kerjasama Perdagangan Bebas

Laporan dari Hong Kong

Hong Kong Rayu RI dan ASEAN Kerjasama Perdagangan Bebas

Rista Rama Dhany - detikFinance
Sabtu, 08 Agu 2015 17:15 WIB
Hong Kong Rayu RI dan ASEAN Kerjasama Perdagangan Bebas
Hong Kong - Negara-negara di ASEAN memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan China yang dikenal dengan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA).

Hal ini ingin ditiru oleh Hong Kong. Daerah khusus atau Special Administrative Region (SAR) di China menekankan, kerjasama tersebut akan sangat menguntungkan masing-masing negara.

Juru bicara Trade and Industry Department Hong Kong, Owin Fung mengungkapkan, pemerintahnya telah berbicara dengan Singapura terkait rencana Hong Kong-ASEAN Free Trade Area (FTA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua minggu yang lalu kita sudah berbicara dengan Singapura terkait rencana tersebut," kata Fung ditemui di kantornya, Trade and Industry Departement Tower, Nathan Road, Kowloon, Hong Kong, Jumat (7/8/2015).

Fung mengatakan, pihaknya berencana untuk membicarakan hal yang sama dengan pemerintah Indonesia, terutama dalam kesempatan pameran terbesar yang digelar Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) di Indonesia pada September mendatang.

"Kami harap pembicaraan ini berjalan lancar termasuk dengan negara-negara di ASEAN, sehingga ditargetkan tahun depan Hong Kong-ASEAN FTA bisa selesai dan diberlakukan," ungkapnya.

Fung mengungkapkan, ASEAN adalah pasar yang sangat besar, perekonomian anggota ASEAN sangat baik, termasuk Indonesia.

"ASEAN adalah pasar yang sangat besar, sangat kuat, dekat dengan Hong Kong, pertumbuhan ekonominya bagus. Di ASEAN punya populasi besar mencapai sekitar 600 juta jiwa, 40% ada di Indonesia, di Indonesia 60 juta penduduknya masuk dalam kelas menengah. FTA Hong Kong-ASEAN akan menguntungkan dua sisi tidak hanya Hong Kong, ASEAN juga akan diuntungkan," tegasnya.

Fung menambahkan, apalagi keunggulan Hong Kong adalah sebagai negara yang mengendepankan profesional jasa, baik itu logistik, financial dan lainnya.

"Tahun lalu Hong Kong merupakan negara paling besar kedua di dunia dalam hal investasi di dalam negeri dan di luar negeri, banyak keunggulan Hong Kong yang menguntungkan bagi negara di ASEAN termasuk Indonesia," ucapnya.

Ia menegaskan, FTA antara Hong Kong-ASEAN dengan China-ASEAN sangat berbeda.

"China dan Hong Kong berbeda pasar. Hong Kong unik dan kuat, kita konsen ke jasa, logistik, kita punya financial hub yang kuat. Sementara China, saat ini mereka masih manufaktur, eksportir barang ke seluruh negara, sementara Hong Kong tidak punya manufaktur," tutup Fung.

(rrd/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads