Masih Ada Pedagang Daging Sapi Jualan di Pasar Tebet, Daging Sisa Kemarin

Masih Ada Pedagang Daging Sapi Jualan di Pasar Tebet, Daging Sisa Kemarin

Michael Agustinus - detikFinance
Minggu, 09 Agu 2015 15:05 WIB
Masih Ada Pedagang Daging Sapi Jualan di Pasar Tebet, Daging Sisa Kemarin
Jakarta -

Sebagian besar kios daging sapi Di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, kosong karena pedagangnya ikut mogok, hanya 2 pedagang yang masih berjualan.

Namun, daging sapi yang dijual adalah sisa dari sapi yang dipotong Sabtu kemarin, bukan baru dipotong, sehingga tidak melanggar kesepakatan mogok.

"Ini kan daging sisa kemarin. Kalau daging sapi baru dipotong, baru dipermasalahkan (karena melanggar kesepakatan mogok)," tutur salah satu pedagang daging sapi yang masih berjualan, Abdullah, kepada detikFinance di Pasar Tebet, Jakarta, Minggu (9/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, hari ini sama sekali tidak ada pemotongan yang dilakukan. Pemogokan ini dilakukan karena pasokan daging sapi yang diterima para pedagang merosot drastis sejak kira-kira sebulan terakhir. Akibatnya, harga daging sapi meroket sampai Rp 120.000/kg, penjualan pedagang pun turun.

"Ini sisa kemarin, tidak ada daging baru, tidak ada pemotongan hari ini. Tidak ada daging sapi yang masuk hari ini. Sebulan terakhir pasokan sudah berkurang," ujarnya.

Seperti diketahui, harga daging sapi di pasar-pasar tradisional di Jakarta tak kunjung turun meski sudah memasuki pekan ketiga pasca lebaran. Rata-rata harga daging sapi di pasar mencapai Rp 120.000/kg, padahal saat lebaran lalu masih Rp 110.000/kg, dan Rp 90.000/kg dalam kondisi normal.

Lonjakan harga daging sapi ini terjadi pasca dikuranginya impor sapi bakalan pada kuartal III-2015. Tercatat pada kuartal I-2015 diterbitkan izin impor sapi bakalan sebanyak 100.000 ekor, 250.000 ekor pada kuartal II, dan 50.000 ekor pada kuartal III.

Pengurangan impor ini dilakukan karena Kementerian Pertanian mengklaim bahwa stok di dalam negeri masih melimpah, sehingga akan merugikan peternak sapi di dalam negeri apabila dibuka impor lebih dari 50.000 ekor sapi.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads