Padahal sehari-hari ada 50 kios yang menjajakan daging di pasar yang terletak di selatan Jakarta ini. Salah satu pedagang setempat, Ahmad Syarif, mengaku tidak berjualan sejak kemarin.
"Kemarin nggak ada yang jualan sama sekali. Sekarang juga nggak. Cuma satu jualan, ini juga kambing, kambing jadi nggak termasuk," katanya yang tidak ikut demo ditemui di Pasar Mayestik, Senin (10/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merusak kita juga. Kita pedagang bagaimana nggak sakit hati. Kita kompak berhenti jualan buat nekan importir dia malah operasi pasar," ucapnya.
Malah kata dia, pemerintah berniat menambah pasokan daging beku hingga ribuan ton. Hal ini ia anggap bisa mematikan pedagang kecil.
"Pejabat dari Bulog itu merusak. Kita kan tujuan demo juga agar harganya turun," ujarnya.
Ahmad yang sudah berjualan daging dari sejak 1981 itu mengalu baru kali ini berhenti dagang karena kompak untuk menurunkan harga. Sebab, sejak Lebaran kemarin harga daging menembus Rp 120.000/kg.
(ang/ang)











































