Hal tersebut diakui salah satu pekerja di RPH milik Dinas Pertanian Kota Tangerang, Jalan Bayur, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten.
"Hari ini memang ada datang sekitar 20 ekor sapi, pasokan dari salah satu feedloter, tapi kita tidak boleh potong sama feedloter. Itu kan bukan sapi kami, kami hanya jual jasa potong sapi saja," ungkap salah satu petugas RPH tersebut, ketika ditemui detikFinance, Senin (10/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita berani potong, mereka akan berikan sanksi tidak akan kasih kuota sapi potong lagi," ucapnya.
Ia mengungkapkan, harga sapi potong hidup di RPH-nya Rp 40.000 per kg, bila sudah dipotong harganya menjadi Rp 90.000/kg.
"Karena 40% dari sapi itu dibuang, hanya 60% termasuk karkas yang bisa dijual, harganya Rp 90.000/kg," ujarnya.
Sebelumnya ia mengatakan, sudah 4 hari ini RPH milik Dinas Pertanian Kota Tengerang tersebut berhenti operasi, karena tidak ada pasokan dari feedloter.
"Kita sudah 4 hari tidak operasi, karena tak ada pasokan sapi, hari ini ada pasokan tapi nggak boleh potong sama feedloter," tutupnya.
Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) hanya memberikan rekomendasi impor sapi untuk kuartal III-2015 yang hanya 50.000 ekor saja. Kebijakan ini dilakukan untuk membangun kemandirian daging sapi lokal.
Sementara itu, para pedagang daging di pasar Jabodetabek termasuk Bandung juga melakukan aksi tak menjual daging atau mogok jualan.
(rrd/hen)











































