Amran menegaskan, pemerintah memangkas izin impor sapi bakalan pada triwulan III-2015 hanya 50.000 ekor setelah mempertimbangkan kebutuhan. Ia mengakui kalangan importir atau perusahaan penggemukan menghendaki lebih banyak kuota impor.
"Sapi kita impor sesuai kebuhan bukan keinginan. Stok di feedloter sudah kami cek ada 160.000 ekor," tegas Amran saat konferensi pers di kantornya, Senin (10/8/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Pertanian mencatat kontribusi sapi impor terhadap kebutuhan dalam negeri sekitar 20% dari kebutuhan. Hingga Januari-Juli 2015 sudah ada stok sapi yang siap potong kurang lebih 560.000 ekor, sebanyak 60% sudah dipotong atau 332.147 ekor hingga Juli 2015.
Impor masih memegang andil pasokan sapi bakalan. Tahun 2014 tercatat impor sapi bakalan mencapai 729.400 ekor. Jumlah yang diimpor tahun 2014 masih sisa untuk stok awal tahun 2015 sebesar 261.100 ekor.
Realisasi impor sapi bakalan tahun 2015 kuartal I (Januari-Maret) yaitu 97.618 dari target 100.000 ekor. Kuartal II (April-Juni) terealisasi 201.643 dari target 267.624 ekor. Total hingga Juni 2015 impor sebanyak 298.861 ekor sapi bakalan sudah terealisasi.
Total kebutuhan sapi potong impor per bulan mencapai 45.000 ekor sedangkan kebutuhan total nasional mencapai 230.000 ekor sapi potong.
Artinya impor menyumbang 20% kebutuhan sapi potong dan kebutuhan sapi impor terbesar ada di 3 provinsi yaitu DKI, Jawa Barat dan Banten.
(hen/ang)











































