"Sampai Agustus se-Indonesia panen padi sudah mencapai 76%. Panen di September-Oktober akan ada 15% dari lahan seluas 2 juta hektar. November-Desember panen 8% dari total panen nasional. Luas daerah yang akan panen 15% pada September-Oktober," kata Amran saat konferensi pers di kantornya, Senin (10/8/2015)
Ia mengatakan, saat ini pihaknya serius untuk mengamankan lahan-lahan padi yang siap panen di tengah fenomena kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya sudah mengantisipasi daerah endemis kekeringan seluas 200.000 hektar. Secara nasional, pihaknya sudah membagikan 21.000 unit pompa dan memperbaiki 1,3 juta hektar irigasi tersier.
Amran mengatakan, dari luas sawah yang ada di Indonesia mencapai 9,2 juta hektar, tahun ini diperkirakan ada 14 juta hektar area tanam padi sawah (proses panen lebih dari sekali). Jumlah area tanam yang lebih luas ini karena berdasarkan angka ramalan I, ada tambahan area tanam seluas 400.000 hektar.
"Tahun 1997 lahan padi sawah yang puso 97.000 hektar. Ada upaya lebih awal antisipasi kekeringan, punya tabungan penambahan luas tanam tahun ini," katanya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan produksi padi berdasarkan Angka Ramalan (ARAM) I tahun 2015 mencapai 75,5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau meningkat 4,7 juta ton setara 6,6% dari produksi padi tahun 2014 yang hanya 70,8 juta ton GKG.
"Hari ini kami bentuk pos antisipasi bencana kekeringan nasional bersama Menteri Perdagangan, Menteri PU Pera, Menko Maritim, TNI, Polri dan lainnya. Insya Allah dalam waktu dekat lakukan hujan buatan khususnya daerah endemis Jatim, Jateng, Jabar, Sumsel dan Lampung," katanya.
(hen/rrd)











































