Ini Alasan Yusuf Si Pedagang Daging Berani Dialog Dengan Menteri Gobel

Ini Alasan Yusuf Si Pedagang Daging Berani Dialog Dengan Menteri Gobel

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 10 Agu 2015 14:48 WIB
Ini Alasan Yusuf Si Pedagang Daging Berani Dialog Dengan Menteri Gobel
Pedagang daging sapi bernama Yusuf (peci putih kiri) saat mendengarkan penjelasan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Pasar Kramat Jati (Foto: Maikel/detikFinance)
Jakarta - Yusuf, salah satu pedagang daging sapi di Kramat Jati, Jakarta Timur sempat berdialog langsung dengan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel. Dalam dialog tersebut, beberapa pertanyaan sempat dilontarkan dan termasuk keluhannya.

Salah satu yang mendorong Yusuf untuk bertanya adalah terkait dengan pasokan daging ke Rumah Potong Hewan (RPH). Di mana dampaknya sekaligus langsung terlihat di pasar.

"Kita inginnya dari angka yang impor itu sebenarnya sudah cukup, tapi sapi itu ke mana?" ungkap Yusuf setelah berdialog dengan Mendag Gobel di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Senin (10/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yusuf sendiri, selama ini mendapatkan pasokan dari RPH Cilangkap. Volume daging sapi yang dipasok tidak sebesar biasanya. Harga yang dijual juga sangat tinggi.

"Sapinya nggak nyalur ke RPH. Saya nggak tahu di mana itu. Makanya saya tanya," ujarnya.

Harga daging sapi sekarang adalah Rp 140.000/kgβ€Ž. Saat menjelang lebaran Idul Fitri, harga daging adalah Rp 130.000/kg dan sebelumnya harga cukup stabil di level Rp 100.000/kg.

Menurutnya, bila memang impor dirasa kurang, maka lebih baik pemerintah menambah kuota impor. Karena kondisi memang akan semakin sulit nantinya, bila mogok para pedagang masih terus berlanjut.

"Sapi ini sudah nggak ada. Sudah langka. Kalau pemerintah enggak nurunin dari Australia, kalau enggak nambah kuota lagi. Sudah bahaya ini," tukasnya.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads