Pedagang menilai, sikap pemerintah tersebut dianggap justru tidak mendukung langkah para pedagang.
"Saya bingung kenapa pemerintah bikin OP. Jelas kami kecewa, kami sakit hati. Kita demo maksudnya supaya didukung supaya harga daging sapi turun, ini malah mereka jualan," ujar Asep, salah seorang pedagang di Pasar Kosambi Bandung saat ditemui di lapaknya, Senin (10/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin kami para pedagang sempat protes dengan adanya OP tersebut. Tapi kami nggak bisa apa-apa kalau ngelawan pemerintah," katanya.
Namun Asep mengatakan, menurut pengakuan pembeli yang membeli daging di OP, kualitasnya tak seperti dari pedagang daging sapi potong.
"Kata pelanggan saya sih dagingnya kualitasnya nggak seperti yang dijual di pedagang-pedagang biasa," sebutnya.
Asep hanya bisa berharap, pemerintah dapat berupaya menurunkan harga supaya mereka bisa berjualan seperti biasa. "Kami inginnya berjualan normal. Tapi kalau harganya tinggi, masyarakat tidak mau beli. Omset kami turun," tuturnya.
Seperti diketahui para pedagang daging sapi mogok sejak akhir pekan lalu. Mereka memprotes harga daging sapi yang mahal, pasokan daging pun memang sudah tak ada dari rumah potong hewan (RPH), karena perusahaan penggemukan sapi (feedloter) mengatur suplai stok.
(tya/hen)











































