Dampak Pedagang Daging Sapi Mogok, Penjualan Ayam Ikut Lesu

Dampak Pedagang Daging Sapi Mogok, Penjualan Ayam Ikut Lesu

Tya Eka Yulianti - detikFinance
Senin, 10 Agu 2015 15:35 WIB
Dampak Pedagang Daging Sapi Mogok, Penjualan Ayam Ikut Lesu
ilustrasi
Bandung - Penjualan daging ayam di Pasar Kosambi Bandung ikut lesu seiring mogoknya para pedagang daging sapi sejak kemarin. Pasalnya, kebanyakan konsumen daging ayam di pasar tersebut adalah para pedagang bakso yang membeli daging ayam sebagai bahan campuran bakso dan daging sapi.

Dampaknya akibat tidak adanya daging sapi sebagai bahan utama bakso, daging ayam pun jadi tak dilirik oleh konsumen terutama para pedagang bakso.

"Penjualan daging ayam juga ikut turun sejak pedagang sapi mogok," ujar Erik Gandara (34) pedagang daging ayam kepada detikFinance, Senin (10/8/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebutkan biasanya memotong 400-600 ekor ayam setiap harinya, kini hanya memotong 250 ekor ayam saja. "Itu juga banyak yang nyisa," katanya.

Penyebab menurunnya penjualan daging ayam dijelaskan Erik karena sebagian pelanggan mereka adalah para pedagang bakso. Mereka biasa membeli daging ayam sebagai bahan campuran bakso sapi.

"Jadi misalnya yang bikin bakso itu beli 4 kg daging sapi dicampur 8 kg daging ayam. Ini karena daging sapinya juga nggak ada, masa mau bikinnya bakso dari ayam aja. Kan nggak enak," jelasnya.

Selain itu, harga daging ayam saat ini juga menurut Erik terkerek naik setelah Lebaran. Saat ini harga daging ayam per kg dijual Rp 40 ribu biasanya Rp 35 ribu per kg.

Pedagang daging ayam berharap pemerintah bisa segera meredakan kondisi di lapangan dan para pedagang daging sapi bisa berjualan seperti semula.

Semenjak daging sapi tembus di atas Rp 100.000/Kg, para pedagang bakso memilih mencampurkan bahan baku bakso sapi dengan daging ayam.

(tya/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads