Tony Fernandes: AirAsia Incar 500 Juta Penumpang

Tony Fernandes: AirAsia Incar 500 Juta Penumpang

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 10 Agu 2015 16:12 WIB
Tony Fernandes: AirAsia Incar 500 Juta Penumpang
Jakarta - Maskapai penerbangan berbiaya murah, AirAsia menargetkan bisa meningkatkan jumlah penumpang hingga 500 juta orang.

Saat ini, maskapai asal Malaysia yang digawangi Tony Fernandes ini telah mengangkut 300 juta penumpang.

Tony mengaku, Indonesia merupakan pasar yang besar dan potensial. Untuk itu, bukan hal yang mustahil AirAsia bisa terus menambah jumlah penumpangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak tahu kapan (target 500 juta penumpang). Secepat mungkin, kami optimis. Kami sungguh senang menyambut penumpang AirAsia yang ke-300 juta hari ini," katanya saat konferensi pers di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD, Jakarta, Senin (10/8/2015).

Tony menjelaskan, Grup AirAsia sebelumnya merayakan pencapaian 100 juta penumpang pada Oktober 2010 dan merayakan pencapaian 200 juta penumpang 3 tahun setelahnya di bulan September 2013.

Selanjutnya, hanya kurang dari 2 tahun, AirAsia mencatat pertumbuhan jumlah penumpang menjadi 300 juta.

"Pencapaian kami hari ini membutuhkan kerja keras dan kegigihan yang sangat besar dan kami berkomitmen untuk terus merevolusi perjalanan udara," jelas dia.

Tony menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan berbagai terobosan agar bisa bersaing di pasar.

"Kita merupakan maskapai penerbangan berbiaya murah, pasti orang banyak mencari, banyak ingin menggunakan AirAsia, kita juga akan create new market agar tetap bisa bersaing," ungkapnya.

Tony mengatakan, saat AirAsia diluncurkan 14 tahun lalu, AirAsia hanya mengoperasikan 2 pesawat dengan 250 karyawan yang tersebar di 5 kota di Malaysia.

Saat ini, AirAsia AirAsia telah memiliki basis operasi di 5 negara seperti Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, dan India dengan jumlah lebih dari 17.000 allstars.

"Kami mengoperasikan sebanyak 199 armada yang terbang ke lebih dari 100 destinasi di 22 negara," ungkap Tony.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads