Ini Alasan Feedloter Batasi Pasokan Sapi ke Pasar

Ini Alasan Feedloter Batasi Pasokan Sapi ke Pasar

Suhendra - detikFinance
Senin, 10 Agu 2015 17:05 WIB
Ini Alasan Feedloter Batasi Pasokan Sapi ke Pasar
Jakarta - Sebanyak 35 perusahaan penggemukan sapi (feedloter) di bawah Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) mengatur atau mengendalikan pasokan sapi ke rumah potong hewan (RPH) sehingga berdampak pada pasokan dan harga daging di pasar.

Mereka sengaja membatasi pasokan ke RPH karena alokasi impor triwulan III-2015 hanya 50.000 ekor sapi bakalan. Padahal pada triwulan II-2015 mencapai 200.000 ekor sapi bakalan.

Direktur Eksekutif Apfindo Joni Liano mengatakan konsekuensinya alokasi impor yang turun drastis membuat para anggotanya mengendalikan pasokan ke RPH. Tujuannya harga stok yang ada saat ini 140.000 ekor ditambah 50.000 ekor bisa tersedia sampai Desember 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang satu feedloter ada yang hanya dapat 100 ekor, dari sebelumnya rata-rata 1.000-2.000 ekor (per triwulan)," kata Lino kepada detikFinance, Senin (10/8/2015)

Menurut Joni, bila mengelontorkan kebutuhan sapi bakalan untuk Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat sebanyak 60.000 ekor per bulan, maka stok yang ada hanya cukup untuk Agustus-Oktober 2015. Artinya ada kekosongan stok pada November dan Desember 2015.

"Anggota kami merestrukturisasi penjualannya, karena stok menipis. Mengatur suplai agar stok sampai Desember, sebab kalau November-Desember nggak ada itu bisa ada PHK pegawai," katanya.

Menurutnya saat ini pasokan sapi ke RPH memang turun drastis dari dampak keputusan feedloter. Dari kebutuhan normal 60.000 ekor, saat ini yang disalurkan feedloter ke RPH hanya 38.000 ekor per bulan agar bisa cukup sampai akhir tahun.

"Artinya ada kekurangan per bulan 22.000 ekor sapi bakalan," katanya.

Joni mengatakan berdasarkan data tahun lalu, realisasi impor sapi bakalan mencapai 750.000 ekor. Angka ini memang hanya 20% dari hitungan di atas kertas kebutuhan sapi hidup di Indonesia yang per tahun mencapai 3,65 juta ekor.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), realisasi impor sapi bakalan kuartal I-2015 (Januari-Maret) adalah 97.618 ekor dari target 100.000 ekor. Kuartal II-2015 (April-Juni) terealisasi 201.643 ekor dari target 267.624 ekor. Total hingga Juni 2015, impor sebanyak 298.861 ekor sapi bakalan sudah terealisasi. Sedangkan kuota triwulan III-2015 hanya 50.000 ekor.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads