Kalangan anggota DPR-RI angkat suara soal fenomena tingginya harga daging sapi hingga rencana Perum Bulog bakal menjadi pemain impor sapi bakalan hingga siap potong.
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKB Daniel Johan mempertanyakan rencanan Bulog menjadi pengimpor sapi, karena Bulog tak punya infrastruktur untuk mendukung sebagai importir penggemukan sapi. Selain itu, pembatasan impor tak sejalan dengan pasokan sapi lokal yang belum bisa memenuhi kebutuhan.
Daniel mempertanyakan sikap Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman yang tiba-tiba memangkas alokasi impor sapi bakalan dari setiap triwulan sekitar 250.000 ekor menjadi hanya 50.000 ekor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengatakan, rencana Bulog masuk ke bisnis sapi impor juga perlu dipertanyakan dari sisi kesiapan. Bulog bakal mendapatkan izin mengimpor sapi bakalan dan potong sekitar 100.000 ekor.
"Apakah Mentan sudah bertanya kesanggupan Bulog melakukan hal ini dalam waktu singkat? Bulog mau taruh dimana sapinya untuk digemukkan? Mau ditaruh di gudang-gudang Bulog dan sapinya disusun ke atas seperti beras?" katanya tertawa.
Menurutnya apabila Bulog sanggup melakukan penggemukan sapi bakalan, maka prosesnya butuh waktu 3 bulan agar siap dipotong. Namun ada kekosongan pasokan sapi bakalan impor antara periode Agustus-November 2015.
"Mentan kok jadi seperti tidak memahami persoalan. Alasan mentan karena persediaan sapi lokal mencukupi padahal tidak," katanya.
Ia mengatakan kebutuhan daging sapi secara nasional pada 2015 mencapai 653.000 ton atau setara 3.657.000 ekor sapi atau rata-rata sebulan butuh sekitar 305.000 ekor.
Sedangkan kebutuhan produksi sapi lokal hanya siap 406.000 ton atau 2.339.000 ekor sapi, dari total populasi sapi lokal 2015 sebanyak 17,2 juta sapi namun tak semua siap potong karena banyak yang masih anak-anak belum dewasa dan sebagian besar sebagian indukan betina yang tidak boleh dipotong,
"Jadi yang siap dipotong hanya 2,3 jutaan sapi sehingga ada kekurangan pasokan dari sapi lokal untuk kebutuhan nasional sebesar 247.000 ton daging sapi atau setara 1.383.000 ekor, dari kekurangan ini akan cukup bila setiap triwulan dilakukan impor 250.000 sapi penggemukan," katanya.
(hen/rrd)











































