Kendalikan Impor Jagung, Bulog Gandeng Importir

Kendalikan Impor Jagung, Bulog Gandeng Importir

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 10 Agu 2015 18:02 WIB
Kendalikan Impor Jagung, Bulog Gandeng Importir
Jakarta - Perum Bulog dan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) melakukan penandatangan kerjasama (MoU) terkait pengaturan dan pengawasan impor jagung. Hal ini untuk memastikan impor jagung sesuai dengan kebutuhan industri pakan ternak.

Ketua Umum GPMT Sudirman mengatakan, kerjasama ini dilakukan agar Bulog ikut mengawasi proses impor jagung untuk kebutuhan ternak agar tidak merusak harga jagung pada petani.

“Karena ada distrust antara Menteri Pertanian dan pengusaha, maka harus ada pihak ketiga yang menjembatani dalam hal ini Bulog. Buat industri pakan ternak, ini memang bukan hal yang ditutup-tutupi karena semua transparan,” ujar Sudirman di Kantor Bulog, Senin (10/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penandatangan kerjasama ini merupakan buntut larangan mendadaka pihak Kementerian Pertanian yang tidak mengizinkan jagung impor masuk Indonesa awal Agustus 201. Kementan beralasan, jagung impor tersebut akan menggangu harga jagung di petani lokal, apalagi Indonesia mampu mengekspor jagung.

Akibat larangan tersebut, sebanyak 483.185 ton jagung impor sempat tertahan di pelabuhan. Kementan akhirnya mengizinkan jagung impor itu dibongkar di pelabuhan dengan syarat ada pengawasan dari Bulog.

Ditemui di tempat yang sama, Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, pengawasan importasi jagung perlu dilakukan agar jagung petani dalam negeri bisa terserap pengusaha pakan ternak. Dalam kerjasama tersebut, pihaknya hanya memberikan rekomendasi impor jagung untuk Kementan.

“Artinya hanya rekomendasi saja. Ini lagi dibahas. Hanya rekomendasikan impor. Intinya bahwa kalau di petani ada stok sebaiknya jangan impor. Syukur nggak perlu impor, bicara petani kan bicara ketahanan negara. Kalau petani senang kan petani bisa hidup makmur,” katanya.

Djarot pernah mengatakan siap menjadi pengendalia harga jagung di dalam negeri, dengan menyerap jagung lokal. Tugas baru Bulog ini untuk menjaga keseimbangan harga dan pasokan jagung di dalam negeri.

"Kami tidak ingin pabrik pakan rugi. Di sisi lain kita tidak ingin petani jagung menanam lalu panen dibeli dengan harga murah. Sehingga kami ditugaskan untuk mengendalikan," katanya.

Ia mengatakan jagung lokal harus dibeli harga wajar oleh industri pakan ternak. Apabila pabrik pakan sudah beli harga jagung lokal dengan harga sesuai, maka impornya bisa kembali dibuka.

"Selama ini harga jagung lokal murah bahkan tidak dibeli. Hari kemarin saya sudah siapkan 80 ton daging untuk OP (operasi pasar) Bulog," katanya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads