Makanan impor yang dimusnahkan terdiri dari buah-buahan, sayuran, daging, ikan, hingga produk susu.
Aksi ini dilakukan berdasarkan perintah dari Presiden Vladimir Putin, yang melarang adanya makanan impor dari AS, Uni Eropa, Kanada, Australia, dan beberapa negara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kalangan menyarankan Putin tidak melakukan aksi pemusnahan, tapi memberikan makanan ini kepada kalangan masyarakat miskin.
Dilansir dari CNN, Selasa (11/8/2015), aksi Putin ini dilakukan setelah para petani dan produsen makanan di Rusia mengeluhkan soal embargo ekspor makanan dari Rusia ke Eropa dan sejumlah negara lain.
Penghancuran ini dilakukan dengan pengawasan dua pejabat pemerintah, dan harus didokumentasikan lewat foto dan video.
Dalam perintah tersebut, tidak spesifik disebutkan berapa jumlah makanan yang harus dimusnahkan. Polisi juga melakukan inspeksi mengecek gudang-gudang dan supermarket untuk memberantas makanan impor selundupan.
Larangan impor makanan oleh Rusia ini menyakiti dua pihak, Rusia dan AS serta sekutunya. Sebesar 10% dari ekspor pangan dan produk pertanian Eropa adalah ke Rusia. Nilai ekspor produk Eropa ke Rusia di 2013 mencapai US$ 13 miliar.
Namun pihak Komisi Eropa mengatakan, larangan ekspor pangan ke Rusia tidak memengaruhi ekspor. Konsumen di Rusia juga terkena dampak, karena harga pangan naik 20% dari awal tahun hingga Juli ini.
(dnl/ang)











































