Produksi Batu Bara RI Capai 150 Juta Ton 2005
Kamis, 24 Feb 2005 15:16 WIB
Jakarta -
Produksi batu bara nasional pada tahun 2005 diperkirakan mencapai 150 juta ton, atau berarti meningkat dibandingkan produksi tahun lalu sebesar 127 juta ton. Hal tersebut disampaikan Mahyudin Lubis, Direktur pengusahaan mineral dan batu bara ESDM dalam acara lokakarya di Ditjen Geologi dan Sumebr Daya mineral, Jalan DR Soepomo, Jakarta, Kamis (24/2/2005).Batu bara ini sebesar 30 persen digunakan untuk konsumsi dalam negeri dan pada tahun-tahun mendatang diperkirakan jumlahnya akan meningkat seiring dengan bertambahnya pembangunan PLTU berbahan bakar batu bara. Mahyudin menjelaskan, sisa batu bara diekspor ke Filipina, Korea, Thailand, India dan Malaysia. Ia menambahkan, negara tujuan ekspor akan bertambah yakni ke Jepang. Negara tersebut saat ini mengaku khawatir terhadap suplai batu bara ke negerinya sehingga akhirnya menjajaki kemungkinan impor dari Indonesia. "Dan Indonesia bisa memenuhi permintaan Jepang," kata Mahyudin.Dijelaskan, produsen batu bara akan memperhatikan suplai ke dalam negeri bila harganya sama dengan harga ekspor terendah. Saat ini kisaran harga ekspor FOB batu bara US$ 25-32 per ton (harga rata-rata), bahkan untuk harga batu bara ekspor KPC (Kaltim Prima Coal) mencapai US$ 50 per ton. "Karena saat ini pemerintah belum ada kebijakan alokasi batu bara nasional, makanya akan kami kaji," demikian Mahyudin Lubis.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































