Dirjen Pajak: Orang Indonesia Masih Egois

Dirjen Pajak: Orang Indonesia Masih Egois

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2015 11:31 WIB
Dirjen Pajak: Orang Indonesia Masih Egois
Foto: Dirjen Pajak Sigit Priadi
Jakarta - Tahun ini pemerintah menargetkan penerimaan pajak Rp 1.294 triliun. Tahun ini juga pemerintah menetapkan tahun reformasi pajak, untuk menggenjot penerimaan.

Periode 2012-2014, tax ratio atau rasio pajak Indonesia masih rendah dibanding negara-negara lainnya, yaitu hanya 11,9%. Untuk diketahui, tax ratio merupakan rasio penerimaan pajak dibagi dengan nominal PDB. Bahkan anehnya, rasio pajak turun sementara ekonomi terus tumbuh.

Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito menilai, rendahnya tasio pajak tersebut, karena masyarakat Indonesia masih egois. Masih banyak masyarakat yang enggan membayar pajak, padahal ini merupakan kewajiban bersama untuk kesejahteraan rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apakah masyarakat itu tidak sadar kalau pajak itu untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat. Kok kecil begini (rasio pajak), mbok malu lah, kenapa kita kecil, kok nggak aware, kok kita nggak sadar, egois," jelas dia saat Forum Group Discussion Kepatuhan Wajib Pajak dan Fiskus, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (11/8/2015).

Sigit menyebutkan, periode 2012-2014, rasio pajak Indonesia merupakan yang terendah dari negara-negara lainnya. Indonesia hanya 11,19%, sementara Singapura 14%, Filipina 12,9%, Thailand 16,5%, dan Malaysia 16,1%.

Untuk meningkatkan rasio pajak ini, kata Sigit, harus didukung masyarakat Indonesia untuk patuh membayar pajak.

"Kenapa kita nggak share melalui pajak, ini bukan tugas Ditjen Pajak semata, bukan, ini bukan hanya salah pajak, kita bertanggung jawab, ini masalah kita," terang dia.

Sigit menambahkan, pihaknya melakukan berbagai cara agar bisa menggenjot penerimaan pajak di tahun ini. Tentunya, harus didukung wajib pajak untuk bisa patuh dan disiplin untuk membayar pajak.

"Bagaimana kebijakannya, regulasinya, strateginya untuk meningkatkan, bagaimana perannya agar sosialisasi berjalan dengan baik, pajak itu bermanfaat, kita keluar rumah jalan mulus, itu dari mana? Dari pajak, manusia sejak lahir sudah utang sama pajak," imbuh Sigit.

(drk/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads