Ketiga provinsi ini merupakan sentra konsumsi alias tak banyak menghasilkan sapi potong. Harga daging di kawasan ini sempat mencapai Rp 130.000-140.000/Kg.
Namun permasalahan ini tidak terjadi di Jawa Timur yang merupakan sentra produksi sapi. Bahkan harga daging sapi di Jatim yang berlaku masih stabil pada kisaran Rp 95.000 hingga Rp 110.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soekarwo menuturkan dalam setahun produksi sapi potong dari Jatim mencapai 1.150.000 ekor per tahun. Sedangkan konsumsinya rata-rata per tahun 450.000 ekor. Artinya ada kelebihan yang juga kemudian diekspor ke daerah lain.
"Kita hanya perlukan 450.000, kelahiran kita 1.150.000 per tahun sehingga kita ada kelebihan kirim ke Jakarta, Bandung, Jabar, dan Kalimantan," sebutnya.
Meski demikian, Soekarwo membenarkan terjadinya kenaikan harga daging sapi pasca lebaran. Akan tetapi karena pasokan tercukupi, sehingga bisa ditahan ke angka yang tidak terlalu tinggi, yaitu Rp 110.000 per kg.
"Harga pasti naik, tetapi tidak senaik Rp 140-150.000 per kg. Itu kalau Jakarta dan Jabar kan hanya memang diambil dari daerah lain atau impor. Kita kan 4,3 juta sapi populasinya. Setahunnya kelahiran kita 1.150.000 ekor," katanya.
(mkl/hen)











































