Sekjen Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta Afan Anugroho mengatakan, faktor pencetus lonjakan harga daging tahun ini tak jauh berbeda, yaitu ada kebijakan baru pemerintah memangkas jatah impor daging atau sapi hidup. Bedanya pada 2011, jatah impor yang dipangkas pemerintah adalah daging beku, sedangkan tahun ini yang dipangkas jatah impor adalah sapi bakalan. Tujuan pemerintah pada waktu itu sama-sama mengejar target swasembada daging sapi.
Pemerintah telah memangkas kuota impor daging beku dari 120.000 ton di 2010 menjadi 90.000 ton di 2011, dan di 2012 akan dikurangi hanya 34.000 ton. Sedangkan tahun ini, pada triwulan III-2015 ada pemangkasan impor sapi bakalan hanya 50.000 ekor dari triwulan sebelumnya yang mencapai 201.643 ekor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kejadian berulang dulu ada demo asosiasi pedagang bakso, dulu dipagkas begitu," kata Afan kepada detikFinance, Selasa (11/8/2015)
Afan sangat yakin persoalan lonjakan harga daging sapi di Indonesia karena permintaan dan penawaran yang tak seimbang. Sehingga solusinya perlu ada upaya komprehensif, tanpa buru-buru memangkas kuota impor sapi demi target swasembada pangan oleh pemerintah.
Pertama, sebagai solusi jangka pendek adalah agar penugasan pemerintah kepada Perum Bulog untuk mengimpor 50.000 ekor sapi siap potong. Harapannya bisa segera terealisasi sehingga harga daging bisa ditekan.
Kedua, adalah pemerintah harus punya basis data yang kuat terkait populasi sapi potong di Indonesia. Saat ini dari sensus sapi dilakukan tak spesifik mencatat berapa banyak sapi yang sesungguhnya siap dipotong.
"Data soal sapi terutaama yang siap diserap, kalau buat tabungan dicatat di luar dari cadangan nasional, juga sapi anakan dan betina produktif juga harus dikecualikan. Juga perlu lihat penyebaran sapinya," kata Afan.
Ketiga, adalah menghitung secara detil kebutuhan daging sapi di dalam negeri. Dari perhitungan ini, maka akan mempermudah untuk menetapkan alokasi impor sapi atau daging beku untuk menutupi kekurangan. Tahun lalu kebutuhan sapi mencapai 3,65 juta ekor.
Berikut data populasi sapi potong dari tahun ke tahun:
2010 : 13.582 juta ekor
2011 : 14.824 juta ekor
2012 : 15.981 juta ekor
2013 : 12.686 juta ekor
2014 : 14.703 juta ekor
"Perlu diperhatikan soal ketersedian sapi lokal. Sekarang dalam rentang 4 tahun hasil sensus pertama 2011 dan kedua 2013, menunjukan populasi sapi yang anjlok," kata Afan.
(hen/rrd)











































