Pertemuan berlangsung tertutup dari jam 16.00 sampai jam 17.30 WIB. Kedua pihak membahas soal garam impor yang saat ini menjadi polemik karena dianggap berlebihan. Soal kegiatan impor garam oleh pelaku usaha importir ini juga dikaitkan dengan kartel garam.
"Wajar ada sesuatu. Yang bisa kita kerjakan adalah melindungi kepentingan bangsa. Tidak ada agenda tersembunyi antara saya dan KPPU. Kita kan memang harus Komunikasi dengan semua lembaga negara, kita harus bersinergi," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di kantornya, Selasa (11/8/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau nggak ada apa-apa nggak mungkin tidak ada apa-apa, itu yang mau KPPU selidiki di garam ini. Kita kan kerjasama juga dengan polisi, dengan Angkatan Laut, dengan semua mitra untuk melindungi kepentingan bangsa," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisioner KPPU Muhammad Syarkawi Rauf siap bekerjasama soal masalah garam impor. Garam selama ini jadi komoditas yang sangat strategis, karena dibutuhkan industri dari kaca, farmasi, sampai industri penting lainnya.
"Jadi kesimpulannya, ada indikasi ke arah situ (kartel). Yah tiap panen garam harga petani kita selalu jatuh, pasti ada indiaksi. Bahwa ada rekayasa-rekayasa, memang masih belum jelas ada kartel seperti apa, tapi yang jelas di situ ada kesengajaan," katanya.
(hen/rrd)











































