Soal Cemex, Anggota DPR Beradu Mulut di Depan Meneg BUMN
Kamis, 24 Feb 2005 17:05 WIB
Jakarta -
Rapat Kerja antara Meneg BUMN Soegiharto dan Komisi VI DPR RI berlangsung panas. Anggota Dewan yang terhormat tersebut terlihat saling tuding dengan suara yang cukup keras terkait penyelesaian kasus Cemex.Perang mulut tanpa adu jotos itu terjadi dalam raker di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/2/2005), yang dimulai ketika anggota Dewan dari Partai Demokrat Azzam Azman Natawijana mempertanyakan keseriusan pemerintah mengungkap penyelesaian kasus Cemex termasuk perlunya pemerintah membuka CSPA (Confidentiality Sales and Purchase Agreement). Dokumen ini memang biasanya bersifat rahasia dan hanya bisa diketahui oleh dua pihak yang melakukan transaksi. Akibat terlalu lama berbicara, akhirnya Azzam diinterupsi oleh Fahri Hamzah dari PKS yang menegaskan kembali komitmen anggota DPR agar masalah perseteruan pemerintah dan Cemex diselesaikan dalam rapat tertutup anggota dewan.Namun interupsi dari Fahri Hamzah itu justru ditanggapi dengan panas oleh anggota Partai Demokrat lain Efrizal yang minta agar rekannya Azzam diberi kesempatan untuk berbicara. Efrizal justru menuduh ada kepentingan tertentu dibalik rapat tertutup itu. Atas tudingan Efrizal ini, anggota dari PPP Efiardi Azhar langsung menyatakan keberatannya. Akhirnya situasi panas itu diredam oleh Ketua raker . Ia mengatakan bahwa secara kondisi raker sudah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan, dan khusus kasus Cemex akan dilanjutkan dalam rapat tertutup. Menanggapi kericuhan itu, Meneg BUMN Soegiharto hanya diam saja. Namun ia mengatakan bahwa yang terjadi dalam rapat tersebut sebenarnya bukanlah sebuah kerusuhan. "Republik ini kan dalam fase defensif karena arbitrase. Jadi saya sangat hati-hati untuk bicara, jangan sampai posisi kita lemah dalam arbitrase tersebut," demikian Soegiharto.
(qom/)










































