Darmin menuturkan pertemuan tersebut lebih kepada arahan Presiden untuk mengatasi berbagai persoalan yang tengah dihadapi sekarang. Salah satu yang menjadi fokus utama Jokowi adalah pembenahan sektor pangan.
"Sebagai pesan untuk ya permulaan. Bapak Presiden menjelaskan membicarakan mereview kembali menganai masalah pangan, termasuk persoalan data, termasuk soal kekeringan," ungkap Darmin saat meninggalkan Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/8/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak presiden juga membicarakan mengenai pencairan anggaran. pencairan anggaran yang perlu didorong supaya terjadi percepatan," terangnya.
Khusus untuk bidang ekonomi, kata Darmin, fokus Presiden Jokowi adalah terkait dengan upaya untuk mendorong arus modal masuk ke dalam negeri. Apalagi di tengah pasar saham dan nilai tukar rupiah yang tengah anjlok.
"Bapak Presiden menyampaikan perlunya didorong investasi dan arus modal masuk dalam rangka tentu saja karena ada persoalan kurs seperti sekarang ini, jawabannya adalah perlunya modal masuk dari luar. Itu hal-hal yang perlu dibicarakan dalam waktu dekat," paparnya.
"Ini juga termasuk pentingnya koordinasi sehingga sebaiknya setiap kementerian itu menyampaikan kebijakan itu sudah dibicarakan dengan kementerian lain," pungkas Darmin.
Seperti diketahui saat ini pemerintah dihadapkan dengan persoalan kenaikan harga daging sapi. Masalah stok sapi impor dan lokal menjadi perdebatan, untuk mencukupi kebutuhan di dalam negeri, di sisi lain pemerintan menargetkan swasembada daging sapi.
(mkl/hen)











































