Sofjan Wanandi: Kalau Tak Reshuffle Makin Tambah Susah Negara

Sofjan Wanandi: Kalau Tak Reshuffle Makin Tambah Susah Negara

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Rabu, 12 Agu 2015 19:49 WIB
Sofjan Wanandi: Kalau Tak Reshuffle Makin Tambah Susah Negara
foto:CNN
Jakarta - Staf Ahli Wakil Presiden (Wapres) Sofjan Wanandi yang juga pengusaha senior menegaskan bahwa reshuffle kabinet keputusan yang tepat di tengah kondisi ekonomi saat ini yang sulit. Sehingga penyegaran tim ekonomi sangat mendesak agar ada perbaikan ekonomi nasional.

"Reshuffle lebih ke perekonomian, untuk yang lain-lain nanti. Ini lebih banyak ekonomi. Momentum pergantian Jokowi yang tahu. Kita doakan yang terbaik, kalau nggak tambah susah negara kita ini. Pengangguran bertambah, kemiskinan bertambah," kata Sofjan di kantor Wapres, Rabu (12/8/2015)

Sofjan mengatakan, banyak persoalan ekonomi saat ini yang perlu segera diperbaiki seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), pengangguran. Masalah-masalah yang sempat muncul ke permukaan seperti dwelling time itu hanya bagian kecil dari persoalan ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya urusan menhub (menteri perhubungan) saja itu. Urusan kecil," katanya.

Mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini menegaskan proses reshuffle juga melibatkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan sempat ada proses yang cukup alot.

"Semua sudah didiskusikan dengan Pak JK. Berapa kali dia diskusikan sampai tadi malam dan baru dia (Jokowi) panggil mana menteri-menterinya yang mau dia ganti dan terlalu (alot)," katanya

Menurutnya Presiden Jokowi pasti punya pertimbangan mengganti dan memilih pengganti menteri-menterinya. Termasuk soal digesernya Sofyan Djalil dari menko ekonomi menjadi Menteri Perencaaan Pembangunan Nasional (PPN).

"Saya pikir mungkin Pak Sofyan tuh orang yang terlalu baik sehingga koordinasi menteri tuh jalan sendiri tanpa dia bisa koordinasikan. Ini pendapat saya pribadi. Pak Jokowi lebih tahu menilainya," kata Sofjan.

(hen/rrd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads