Blusukan Tiada Henti, Mentan Keliling Kalimantan Hingga Banten Cek Kekeringan

Blusukan Tiada Henti, Mentan Keliling Kalimantan Hingga Banten Cek Kekeringan

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2015 12:28 WIB
Blusukan Tiada Henti, Mentan Keliling Kalimantan Hingga Banten Cek Kekeringan
Foto: Amran di Banten (Idris-detikFinance)
Banten - Menteri Pertanian Amran Sulaiman tidak pernah diam, dan terus keliling mengecek sawah. Usai dari Kalimantan, Amran langsung blusukan ke Desa Ketapang di Banten untuk mengecek kekeringan.

Tempat yang dikunjungi Amran tepatnya adalah Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangeran, Banten. Datang pukul 11.00 WIB, Amran didampingi Gubernur Banten, Rano Karno dan Bupati Tangerang Zaki Iskandar.

"Saya terima laporan ada kekeringan di Banten, makanya saya pulang dari Kalimantan langsung ke sini. Saya mau cek langsung," kata Amran, Kamis (13/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari pantauannya, dia melihat kondisi kekeringan di Banten ini mirip seperti di NTT dan NTB. Solusi jangka pendek, Amran mengatakan, dirinya akan membangun embung atau semacam empang untuk menampung air sementara.

"Soal kekeringan ini, di Kalimantan makanya saya keliling selama 4 hari di sana. Dan ternyata dampak El Nino ini hanya terjadi di sebelah Selatan Khatulistiwa. Kalau saya cermati, di Utara Khatulistiwa ini tidak kena El Nino. Jadi jangan khawatir kekeringan di seluruh Indonesia," tegas Amran.

Hasil blusukannya, kekeringan hanya terjadi di Jawa, NTT, dan NTB. Di Sumatera, hanya Lampung saja yang kekeringan.

"Kalimantan justru tidak kekeringan. Saya sudah cek di Aceh dan Sumatera Utara sudah hujan deras," ujar Amran.

Amran mengatakan, sampai saat ini 76% dari target panen gabah sudah terjadi dan sudah masuk gudang. "Jadi saya jamin pangan ini aman. Ada kekeringan, tapi tidak semua daerah. Ada yang menanam juga," jelasnya.

"Di Kalimantan Tengah, di sawah ada panen kemarin 400 ribu hektar. Dan itu masih bisa lanjut tanam. Saya tanya kalau mau tanam lagi butuh apa. Saya tanya mereka, dan mereka butuh pompa dan traktor. Oke saya kasih mereka pompa," kata Amran.

"Di Kalimantan justru kalau kering itu justru berkah buat petani di sana. Di sana air pasang, makanya kalau kering mereka bisa tanam. Sekarang nggak bisa menanam," jelas Amran.

(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads