"Kami bukan pemadam kebakaran yang pas kekeringan baru bertindak. Kami telah antisipasi El Nino ini sejak Januari, perbaiki irigasi tersier. Pompa air sudah kami bagikan sampai saat ini 21.000 unit untuk kekeringan," jelas Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, saat blusukan di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (13/8/2015)
Datang pukul 11.00 WIB, Amran didampingi Gubernur Banten, Rano Karno dan Bupati Tangerang Zaki Iskandar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang nanya, buat apa bagi-bagi pompa air. Saya tegaskan, setiap daerah beda beda. Yah tidak berguna pompa kalau itu di daerah pegunungan. Kalau kayak di Bengawan Solo itu solusinya," tutur Amran.
Dia mencontohkan, di Bojonegoro, Jawa Timur, dirinya membagi 200 pompa air untuk menyelamatkan 10.000 hektar sawah, dan akhirnya yang gagal panen hanya 24 hektar saja.
Kemudian, di daerah Cimanuk, Indramayu, dia juga membagikan pompa untuk 11.000 hektar sawah, dan semuanya selamat dari gagal panen atau puso.
"Solusi jangka pendek (kekeringan). Kami berikan pompa air, kemudian solusi yang lain kita minta BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) lakukan hujan buatan. Solusi jangka panjang kami buat embung, sumur dangkal, sumur dalam. Dan saya minta perbaiki irigasi sekunder dan tersier sama PU. Saya sudah minta rapat sama Menteri PU," papar Mentan.
Soal luas sawah yang kekeringan, Amran mengatakan, dari 14 juta hektar lahan sawah, tidak semuanya kekeringan. Bahkan, sudah 76% dari 14 juta hektar sawah yang padinya sudah panen dan masuk gudang.
"Jadi aman meski ada El Nino. Dan dengan langkah cepat kita. Ada tambahan 15 persen lagi dari 14 juta lahan dari target produksi pas kemarau puncak nanti September-Oktober," ujar Amran.
(dnl/hen)











































