Paksa Masuk Feedloter, Mentan Amran Cecar Manajer Kandang Sapi

Paksa Masuk Feedloter, Mentan Amran Cecar Manajer Kandang Sapi

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2015 14:23 WIB
Paksa Masuk Feedloter, Mentan Amran Cecar Manajer Kandang Sapi
Mentan Amran dan Ketua KPPU di Feedloter PT TUM
Tangerang - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman sempat memaksa masuk ke area kandang sapi di tempat penggemukan sapi (feedloter) milik PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM) di Teluk Naga, Tangerang, Banten. Amran ingin memastikan bahwa manajemen feedloter tak menahan pasokan sapinya ke RPH atau pasar.

Saat peritiwa tersebut, Amran didampingi Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf, Gubernur Banten Rano Karno, Polda Banten, dan kementerian pertanian (Kementan).

Amran sempat mencecar pihak manajemen PT TUM. Menurut Amran, stok di 35 perusahaan feedloter sangat cukup yang mencapai 170.000 ekor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyayangkan adanya aksi menahan stok sapi siap potong oleh feedloter. Dalam kesempatan tersebut, Amran dan rombongan ditemani Supply Chain Manager PT TUM Tri Nugrahwanto.

Dalam dialog yang cukup panjang tersebut Amran mencecar sang manajer di tengah-tengah area kandang sapi, berlangsung sekitar 20 menit sebelum Amran dan rombongan meninggalkan lokasi.

"Coba jelaskan ada berapa sapi di sini? Siap potong berapa? Dijual kalau sudah berat berapa?" tanya Amran dengan nada serius.

"Jumlah sapinya ada 17.000 ekor TUM. Kalau yang siap potong bulan ini ada 3.000 sapi siap potong. Ada lagi di kandang lain terpisah punya anak usaha kita sebanyak 4.000 ekor. Jadi total kita ada 21.000 ekor sapi di dua tempat," jawab Tri.

Tri mengatakan, pihaknya punya standar berat sapi yang dijual minimal 450 kg. Ia mengatakan sampai saat ini sudah ada 3000 ekor sapi yang sudah siap potong dari 17.000 ekor untuk bulan ini.

Mendapat penjelasan tersebut, Amran belum merasa puas, sehingga mencecar kembali sang manajer dengan pertanyaan-pertanyaan yang kritis.

"Berapa sapi sehari yang dikeluarkan? Dulu saat normal sama sekarang?

"Dikeluarkan 200 ekor sehari kalau sekarang karena sapinya dibatasi. Normal biasanya 300 ekor per hari," kata Tri menjawab pertanyaan sang menteri.

Lagi-lagi, Amran masih belum puas, ia bertanya soal harga daging sapi bobot hidup di feedloter dijual cukup tinggi mencapai Rp 42.000-45.000/Kg, padahal BUMN mampu menjual hanya Rp 30.000/Kg.

"Pertanyaan saya harganya kenapa mahal sekali samai 42.000 sapi hidup per kg. Dan sampai Pernah 45.000 kemarin? Kalau nggak salah BUMN jualnya 30.000 per kg?" tanya Amran.

Namun Tri menegaskan bahwa kebijakan harga tak bisa dijelaskan oleh dirinya karena kebijakan manajemen yang lebih atas.

"Kebijakan manajemen. Seperti itu. Mereka yang tetapkan," kilah Tri di depan Amran.

(hen/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads