Orang Terkaya RI Ini Dukung Jokowi Rombak 4 Menteri Ekonomi

Orang Terkaya RI Ini Dukung Jokowi Rombak 4 Menteri Ekonomi

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2015 15:12 WIB
Orang Terkaya RI Ini Dukung Jokowi Rombak 4 Menteri Ekonomi
Foto: Tahir di Istana (Maikel-detikFinance)
Jakarta - Kemarin Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak 4 menteri ekonomi. Orang terkaya nomor 11 di Indonesia, Dato Sri Tahir, mendukung langkah yang dilakukan Jokowi tersebut.

Tahir adalah pendiri dari Mayapada Group dan Bank Mayapada.

Forbes mencatat, Tahir merupakan orang terkaya nomor 11 di Indonesia, dengan harta kekayaan US$ 1,74 miliar, atau sekitar Rp 22,6 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada pun susunan menteri ekonomi baru yang kemarin dirombak Jokowi adalah, Darmin Nasution (Menko Perekonomian), Rizal Ramli (Menko Maritim), Sofyan Djalil (Meneteri PPN) dan Thomas Lembong (Menteri Perdagangan).

"Saya kira semua bagus Pak Ramli, Darmin, dan Sofyan Djalil. Ini kombinasi yang sangat bagus," jelas Tahir usai menerima tanda kehormatan bintang jasa utama di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Tahir mengungkapkan, dirinya masih optimistis dengan peluang ekonomi Indonesia untuk tumbuh tinggi. Dia menilaim, banyak pengusaha yang terlalu cepat panik ketika ekonomi melambat. Padahal bila melihat ke nagara-negara lainnya di kawasan, peluang besar tetap ada di Indonesia

"Pengusaha itu tidak sabar, dulu terlalu enak, sekarang ada konsolidasi, teriak. Menurut saya sebagai pengusaha, saya keliling Indonesia dan ke Asia. Tidak ada suatu kesempatan yang lebih baik dari Indonesia, tetap kita melihat Indonesia," jelas Tahir.

Menurut Tahir, perlambatan ekonomi ini juga sebagai kesempatan untuk pengusaha kembali menata bisnisnya. Mungkin tidak banyak melakukan ekspansi sekarang, tapi bagaimana mencapai cara yang bisa membuat bisnis yang lebih efisien, tapi tetap menguntungkan.

"Pasar yang lagi sepi, (kita) konsolidasi supaya menata kembali yang dulu mungkin terlalu berekspansi," tegasnya.

Tahir mengaku belum pernah merasakan Indonesia menjadi sangat diperhatikan dunia. Khususnya dari Jepang, China, Taiwan, hingga Korea Selatan dan negara lainnya. Karena merasa Indonesia punya peluang ekonomi besar.

"Luar biasa. Dulu tidak pernah. Semua antre mau ngasih duit. Nah hanya sekarang implementasi sebuah komitmen kepada realisasi perlu dicermati," kata Tahir.

(mkl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads