"Harusnya sekarang ramai. Tapi karena ada operasi pasar yang kemarin, pembeli kan pasti membeli daging sapi di situ, harganya juga lebih murah, makanya sekarang sepi," ucap Rizki (60) salah seorang pedagang di Pasar Kosambi, Kamis (13/8/2015).
Serupa juga dikeluhkan Hani (45) yang dagangannya juga sepi pembeli. Bahkan untuk menarik pembeli, Hani menurunkan harga dagingnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hani juga menyalahkan pemerintah atas operasi pasar yang sudah digelar selama mereka mogok berjualan.
"Ya jelas ini merugikan pedagang. Kami tidak berjualan kan meminta solusi kepada pemerintah, tapi ini malah menggelar OP. Ya pembeli pasti membeli daging dari OP karena harganya lebih murah. Jadi siapa yang mengambil untung?" katanya.
Pembeli daging di Pasar Kosambi memang masih terlihat belum bergairah. Terlihat dari kios-kios yang sapi yang masih sepi pembeli.
Operasi Pasar yang digelar Perum Bulog menjual daging sapi Rp 90.000/Kg.
(avi/hen)











































