"Sulitnya tantangan yang dihadapi kita tetap optimis mengadapi masa depan yang lebih baik. Pada masa pemerintah sebelumnya seperti program pro rakyat subsidi BBM, pupuk, raskin, bantuan operasional sekolah, yang nilainya Rp 400 triliun adalah kebijakan yang baik pada waktu," kata Irman dalam pidato dalam sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia akan menyelenggarakan i Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2015)
Namun Irman mengakui subsidi yang terlalu besar membuat anggaran infrastruktur tidak optimal. Sedangkan kondisi ekonomi saat ini sedang tidak baik, maka perlu perubahan yang dilakukan pemerintah saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan masyarakat memang perlu memahami soal perubahan dari dikuranginya subsidi. Hal ini ibarat masyarakat yang biasa diberi ikan harus diberikan pancing untuk kepentingan jangka panjang.
DPD mencatat masih banyak Pekerjaan Rumah yang harus dikerjakan pemerintah seperti infrastruktur kelistrikan.Sehingga pembangunan infrastruktur sangat mendesak.
"Masih ada masalah ketersedian listrik yang memperihatinkan di sejumlah daerah," katanya.
(hen/feb)











































