Selain Dieng, Embun Beku Rusak Lahan Kentang di Bandung

Selain Dieng, Embun Beku Rusak Lahan Kentang di Bandung

Lani Pujiastuti - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2015 12:40 WIB
Selain Dieng, Embun Beku Rusak Lahan Kentang di Bandung
Ilustrasi: Petani di Dieng
Jakarta - Fenomena 'embun upas' atau embun beku (frost) akibat suhu ekstrem di bawah nol derajat celcius tengah melanda dan merusak 200 hektar lahan kentang di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Selain Dieng, sentra kentang di Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pun terkena dampak embun beku ini.

Puncak suhu dingin di dataran tinggi terjadi pada Agustus-September. Suhu dingin kemudian mendatangkan embun beku menyerupai salju kecil yang turun ke permukaan tanah atau tanaman. Fenomena ini juga terjadi di Papua.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sudjono Kamino menjelaskan tanaman yang tumbuh di dataran tinggi seperti tembakau dan kentang bisa kering jika terkena embun beku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jaringan sel tanaman akan beku, akhirnya pecah. Tanaman pun mengering," jelas Spudnik kepada detikFinance (14/8/2015).

Spudnik menggambarkan sebagai ilustrasi, tanaman yang terkena embun beku seperti tersimpan di dalam freezer. "Tanaman kena embun beku ini seperti menyimpan tanaman di dalam freezer. Frost umumnya terjadi pada ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut (dpl)," ujar Spudnik.

Badan Litbang Tanaman Sayuran Ditjen Hortikultura Kementerian mencatat sudah ada laporan lahan kentang seluas 5 hektar di Pangalengan, Jawa Barat terkena 'frost'.

"Di Pangalengan, petani memanen lebih awal kentang yang terkena frost. Dampaknya, mutu umbi bisa turun karena panen muda," katanya.

Menurut Spudnik, embun beku bisa diatasi dengan penyiraman tanaman di sore hari. "Frost bisa diatasi dengan penyiraman tanaman pada sore hari. Masalahnya, di mana dapat air pada ketinggian tersebut," terangnya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads