Dana Subsidi BBM akan Diberikan untuk UKM Rp 200 M

Dana Subsidi BBM akan Diberikan untuk UKM Rp 200 M

- detikFinance
Kamis, 24 Feb 2005 22:46 WIB
Jakarta - Pemerintah akan memberi dana subsisdi BBM untuk UKM sebesar Rp 200 miliar yang akan digunakan untuk subsidi bunga agar perbankan mau memberi kredit ke UKM.Demikian diungkapkan oleh Menneg Koperasi dan UKM Surya Dharma Ali setelah meresmikan Gelar Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Gedung Smesco Promotion Centre jalan Gatot Soebroto Jakarta Pusat, Kamis (24/2/2005).Diuraikan dia, pemerintah akan memberi subsidi bunga sebesar 4 persen yang diharapkan perbankan dapat memberikan kredit, dengan total Rp 6 triliun. Sedangkan untuk Program Kemitraan Bina lingkungan (PKBL) yang berasal dari Menneg BUMN akan disisihkan dana Rp 250 miliar sebagai dana penjamin. Sehingga dapat memberikan pelayanan kredit sekitar Rp 5 triliun di samping dari sumber-sumber lainnya, yang diperuntukkan khusus untuk pembiayaan UMKM.Dijelaskan Surya, bagi UMKM yang tidak mempunyai jaminan, ada perbankan yang memberikan kredit berdasarkan kepercayaan sebesar Rp 5 juta per UMKM yang ada di seluruh Indonesia."Saat ini pemerintah sedang mengevaluasi apakah jumlah tersebut perlu ditingkatkan. Sedangkan dana bergulir kompensasi BBM dari tahun 2001 hingga tahun 2004, Kementerian Koperasi dan UKM telah mengeluarkan hampir Rp 700 miliar totalnya, yang berakumulasi bagai bola salju meningkat 104 persen menjadi Rp 1,3 triliun," tuturnya.Direktur Utama BRI yang juga ketua pelaksana Panitia Nasional Tahun Keuangan Mikro Indonesia 2005, Rudjito menjelaskan, terdapat komitmen dari perbankan untuk menyalurkan kredit kepercayaan yang jumlahnya tergantung dari masing-masing bank."Kalau bank-bank yang selama ini baru pilot project kita harapkan tahun ini mereka sudah bisa merealisasikannya. BRI saat ini sudah menyalurkan kredit kepercayaan tanpa agunan selama 10 tahun. Pemberian kredit kepercayaan naik bertahap dari Rp 1 juta menjadi Rp 5 juta," katanya."Untuk tahun 2005 ini, BRI akan menambah Rp 15 triliun untuk kredit yang 90 persennya untuk UMKM. Target kredit totalnya ada Rp 77 triliun, sekarang jadi Rp 62 triliun. Non performing loan untuk UMKM rendah di bawah 5 persen," urai Rudjito.Acara Gelar Pemberdayaan UMKM 2005 dan Bazar Intermediasi Pembiayaan UMKM tersebut berupa pameran produk-produk pembinaan BUMN yang bertempat di Gedung Smesco pada 24-27 Februari 2005.Acara yang bertajuk "Bersama UMKM kita bangun ekonomi Indonesia" itu rencananya akan dilakukan setiap satu bulan sekali pada tahun 2005-2009, dengan prinsip yang berbeda secara bergilran, dengan melibatkan Pemda setempat.Acara puncak program aksi penanggulangan kemiskinan UMKM disertai dengan pencanangan tahun keuangan Mikro Indonesia oleh Presiden SBY pada 26 Februari 2005.Gelar karya UMKM 2005 ini diikuti 174 binaan usaha kecil dan mikro, serta 16 usaha mikro yang disponsposri BRI, BNI, Bank Mandiri dan Pembiayaan Nasional Mandiri (PNM). (sss/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads