Direktur Budidaya Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian (Kementan) Yanuardi mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat mengatasi merosotnya harga tomat di petani dengan berbagai langkah.
"Langsung rapat dengan kementerian terkait (Kementerian Perdagangan). Ada beberapa langkah jangka panjang dan jangka pendek," jelas Yanuardi pada detikFinance, Sabtu (15/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kan mau perayaan 17 Agustus. Kita serap sebanyak-banyaknya dari Petani dan dijual langsung di Jakarta. Dari Kemendag juga ada, saya nggak tahu jumlah persisnya, dan ini kan langkah darurat," ujarnya.
Untuk pengadaan tomat di program pasar tani tersebut, sambung Yanuardi, pihaknya akan membeli tomat petani di atas harga pokok pembelian petani sebesar Rp 2.000-2.200/kg.
Sementara untuk jangka panjang, kata Yanuardi, Kementan juga tengah menjajaki komitmen kerjasama dengan industri dalam negeri untuk menambah serapan tomat dari petani lokal.
"Sudah kita minta industri supaya ambil lebih banyak dari tomat lokal. Itu upaya-upaya jangka panjang kita," terang Yanuardi.
Yanuardi melanjutkan, selain meminta industri lebih aktif menyerap tomat petani, pihaknya juga sudah melakukan komitmen kerjasama baru dengan beberapa supermarket di Jabodetabek untuk menampung kelebihan pasokan tomat tersebut.
"Ada. Contohnya Carrefour di Lebak Bulus. Itu yang melakukan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, minta supaya ritel ikut bantu harga di petani," imbuh Yanuardi.
(rrd/rrd)











































