Ini Bukti Feedloter Kurangi Pasokan Sapi ke Pasar

Ini Bukti Feedloter Kurangi Pasokan Sapi ke Pasar

Lani Pujiastuti - detikFinance
Sabtu, 15 Agu 2015 19:58 WIB
Ini Bukti Feedloter Kurangi Pasokan Sapi ke Pasar
Jakarta - Perusahaan penggemukan sapi (feedloter) mengakui telah mengurangi pasokan sapi ke rumah potong hewan (RPH) sehingga mempengaruhi pasokan daging di pasar.

Mentan Amran Sulaiman, telah mendatangi perusahaan feedloter PT Tanjung Unggul Mandiri di Teluk Naga, Tangerang, Banten yang punya stok 21.000 ekor. Selain itu Amran juga sempat sidak ke feedloter milik PT Pasir Tengah di Cikalong, Cianjur, Jawa Barat, yang mencapai 13.000 ekor.

Saat sidak di feedloter milik PT Pasir Tengah, ditemukan bukti bahwa feedloter memang mengurang pasokan sapi ke pasar atau RPH dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan dokumen yang didapat detikFinance, terdapat alur keluar sapi dari feedloter di PT Pasir Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di PT Pasir Tengah tercatat, stok sapi breeding 2.306 ekor, sapi penggemukan 10.298 ekor.

Data penjualan sapi sampai dengan 13 Agustus 2015:

Realisasi:

  • Mei 4.740 ekor
  • Juni 6.953 ekor
  • Juli 5.095 ekor
  • Agustus 1.506 ekor

Rencana penjualan:

  • Agustus 1.837 ekor
  • September 5.251 ekor
  • Oktober 3.210 ekor

Dari data tersebut, pada realisasi dan rencana penjualan pada Agustus terlihat penurunan yang signifikan dari bulan-bulan sebelumnya.

Rencana penjualan bulan Agustus hanya 1.837 ekor. Sedangkan realisasi pun hanya 1.506 ekor atau jauh di bawah bulan sebelumnya yang bisa mencapai 4.000-6.000 ekor.

Sementara itu, Supply Chain Manager PT TUM Tri Nugrahwanto pernah mengatakan di feedloter tempatnya bekerja memang ada penurunan pengiriman pasokan sapi ke RPH atau ke pasar.

"Dikeluarkan 200 ekor sehari kalau sekarang karena sapinya dibatasi. Normal biasanya 300 ekor per hari," kata Tri beberapa waktu lalu.

Sebelumnya sebanyak 35 perusahaan feedloter di bawah Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) mengatur atau mengendalikan pasokan sapi ke rumah potong hewan (RPH) sehingga berdampak pada pasokan dan harga daging di pasar.

Mereka sengaja membatasi pasokan ke RPH karena alokasi impor triwulan III-2015 hanya 50.000 ekor sapi bakalan. Padahal pada triwulan II-2015 mencapai 200.000 ekor sapi bakalan.

Direktur Eksekutif Apfindo Joni Liano mengatakan konsekuensinya alokasi impor yang turun drastis membuat para anggotanya mengendalikan pasokan ke RPH. Tujuannya harga stok yang ada saat ini 140.000 ekor ditambah 50.000 ekor bisa tersedia sampai Desember 2015.

"Anggota kami merestrukturisasi penjualannya, karena stok menipis. Mengatur suplai agar stok sampai Desember, sebab kalau November-Desember nggak ada itu bisa ada PHK pegawai," kata Joni beberapa waktu lalu.

(hen/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads