Laku Keras, 3 Ton Tomat di Parkiran Kemendag Habis dalam 3 Jam

Laku Keras, 3 Ton Tomat di Parkiran Kemendag Habis dalam 3 Jam

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 17 Agu 2015 11:58 WIB
Laku Keras, 3 Ton Tomat di Parkiran Kemendag Habis dalam 3 Jam
Jakarta - Tiga ton buah tomat yang dijual mulai pukul 07.00 WIB pagi ini di Lapangan Parkir Kementerian Perdagangan langsung ludes terjual dalam 3 jam. Begitu selesai upacara 17 Agustus, para pegawai Kemendag langsung menyerbu tomat yang dijual.

"Tiga ton tomat sudah habis, malah sebenarnya kurang," kata Presiden PPHP, Anne Sri Arti, saat ditemui di Lapangan Parkir Kemendag, Jakarta, Senin (17/8/2015).

Dia menambahkan, acara "Gerakan Beli Tomat Petani" akan kembali digelar tanggal 19 Agustus mendatang di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Tanggal 19 kita datang lagi ke BPOM," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan ini dilakukan menyusul jatuhnya harga tomat di tingkat petani saat panen raya 3 bulan terakhir ini. Tomat yang dijual di lapangan parkir Kemendag ini dibeli langsung dari petani di Tasikmalaya dan Ciamis dengan harga Rp 3.000/kg.

 Saat ini, rata-rata harga tomat di petani jatuh hingga hanya Rp 1.400/kg. Padahal, biaya produksi tomat mencapai Rp 2.000/kg.

"Tomat ini Tasik dan Ciamis, di petani sekarang harga cuma Rp 1.400/kg. Sementara tomat ini BEP-nya Rp 2.000/kg di petani. Kita beli dr petani Rp 3.000/kg supaya mereka tidak rugi," ujar Anne.

Tomat yang dibeli dari petani tersebut dijual dengan harga Rp 4.000/kg. Anne mengaku pihaknya tak mengambil keuntungan sama sekali, hanya memasukkan biaya transportasi Rp 1.000/kg.

Total tomat yang dijual di Kemendag hari ini ada 3 ton, ditambah dengan yang dijual di kementerian-kementerian lain, hari ini ada 10 ton tomat yang dijual oleh pemerintah.

Anne mengungkapkan, gerakan ini adalah inisiatif Kemendag. Dia mengapresiasi langkah Kemendag dalam membantu para petani tomat di daerah ini.

"Ini inisiatif dari Kemendag karena banyak tomat yang rusak di daerah. Ini bagus sekali menurut saya. Pemerintah muncul saat harga tinggi," tukasnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads