Tambang bawah tanah bernama DMLZ (Deep Mill Lower Zone) ini letaknya di bawah gunung, yang lokasinya di kompleks Tembagapura.
Hari ini, Senin (17/8/2015), dilakukan upacara bendera khidmat di area tambang bawah tanah tersebut. Presiden Direktur Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin langsung menjadi Inspektur upacara. Hadir seluruh karyawan baik lokal maupun asing, dan menjadi satu hormat saat Sang Merah Putih dikibarkan dengan iringan 'Indonesia Raya'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maroef mengatakan, meski dikelola oleh perusahaan asal Amerika Serikat (AS), tambang ini merupakan aset Indonesia. Bahkan pengembangan tambang bawah tanah ini langsung dipimpin oleh orang Indonesia.
Rencananya tambang DMLZ ini akan mulai berproduksi pada September 2015, jumlah produksi puncaknya bisa 80.000 ton batu mineral per hari pada 2021.
Menyambung dengan tambang ini juga disiapkan GBC (Grasberg Block Cave), yang letaknya persis di bawah tambang Grasberg. Tambang ini bakal berproduksi di 2017, yang produksi puncaknya nanti bisa mencapai 160.000 ton batu mineral per hari.
Jadi Freeport akan memproduksi 240.000 ton konsentrat per hari dari tambang bawah tanah. Atau yang terbesar di dunia. Total panjang jalan di tambang ini mencapai 500 km.
(dnl/ang)











































