Petani terpaksa melepas tomatnya ke pasar karena tomat masuk produk pertanian yang mudah rusak.
Melihat fenomena tahunan ini, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki solusi sebagai langkah antisipasi. Kementan akan mendorong petani untuk mengolah produk tomat agar tahan lebih lama atau disebut juga program hilirisasi produk pertanian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari menjelaskan, komoditas hortikultura yang suplainya melimpah saat panen raya pilihan harus disimpan atau diolah agar tidak membanjiri pasar.
Untuk mendukung program hilirisasi, pemerintah juga akan mengembangkan industri rakyat seperti usaha kecil menengah (UKM) yang sedang meredup. Industri rakyat ini bisa menyerap produk pertanian untuk diolah kembali.
"Kita ingin review kembali kebijakan mengenai investasi pertanian khususnya hilirisasi yang mengancam usaha rakyat. Pabrik kecap misalnya, harus kembali ke hilirisasi rakyat. Sekarang kan habis usaha rakyat, digantikan industri skala besar," terang Hari.
Hari menyebut komoditas tomat masih sangat dibutuhkan oleh pasar, terutama bisa dipakai sebagai bahan baku pembuatan saus.
"Tomat masih punya peluang terserap ke usaha kecil pembuatan saus. Kalau harga tomat murah kan kualitas sausnya jadi bagus, lebih murni tomat nggak perlu campuran dan biayanya murah. Kita ingin usaha rakyat di bidang pertanian kembali berbasis local contain," pungkasnya.
(feb/feb)











































