Harga Daging Sapi Mahal, Permintaan Daging Ayam Naik 50%

Harga Daging Sapi Mahal, Permintaan Daging Ayam Naik 50%

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 17 Agu 2015 18:25 WIB
Harga Daging Sapi Mahal, Permintaan Daging Ayam Naik 50%
Bogor -

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat permintaan daging ayam mengalami lonjakan sampai 50% dalam beberapa pekan terakhir. Meningkatnya permintaan daging ayam dipicu oleh mahalnya harga daging sapi. Harga daging masih berada pada kisaran Rp 120.000/kg sedangkan daging ayam Rp 40.000/kg.

"Permintaan ayam semakin banyak, tapi yang penting cukup. Kalau dengar cerita peternak, permintaan meningkat sampai 50%," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Srie Agustina, usai meninjau peternakan di Kompleks Kampus IPB Dramaga, Bogor, Senin (17/8/2015).

Srie mencontohkan para pedagang bakso yang biasanya menggunakan daging sapi kini beralih mengkonsumsi daging ayam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Peternakan, Syukur Iwantoro, mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan daging ayam ini merupakan implikasi dari meroketnya harga daging sapi hingga 120.000/kg. Akibatnya, masyarakat beralih mengkonsumsi daging ayam.

"Yang namanya protein hewani antara ayam, sapi, ikan itu sering substitusi. Kalau daging sapi meningkat harganya, konsumen ke ayam," ucapnya.

Mantan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan ini menambahkan, saat ini konsumsi daging ayam masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, baru 7,8 kg per kapita. Kementan sendiri menargetkan peningkatan konsumsi daging ayam hingga 15 kg per kapita dalam 5 tahun ke depan.

"Konsumsi (daging ayam) sekarang 7,8 kg per kapita. 5 tahun ke depan target kita 15 kg seiring peningkatan pendapatan dan jumlah penduduk," tutupnya.

Seperti diketahui, harga daging sapi di pasar tradisional di Jakarta tak kunjung turun pasca lebaran. Rata-rata harga daging sapi di pasar mencapai Rp 120.000/kg, padahal saat lebaran kemarin harga masih Rp 110.000/kg, dan Rp 90.000/kg dalam kondisi normal atau sebelum lebaran.

Lonjakan harga daging sapi terjadi pasca dikuranginya impor sapi bakalan pada kuartal III 2015. Tercatat pada kuartal I 2015 diterbitkan izin impor sapi bakalan sebanyak 100.000 ekor, 250.000 ekor pada kuartal II, dan 50.000 ekor pada kuartal III.

Pengurangan impor ini dilakukan karena Kementan mengklaim bahwa stok di dalam negeri masih melimpah, sehingga akan merugikan peternak sapi lokal apabila keran impor dibuka lebih dari 50.000 ekor sapi.

Mahalnya harga daging sapi ini membuat para pedagang resah dan akhirnya memutuskan untuk melakukan pemogokan pada pekan lalu sebagai aksi protes. Pasalnya, harga daging sapi yang terlampau mahal membuat omzet para pedagang turun.

(feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads