Harga Buncis dan Kacang Panjang di DKI Naik Drastis

Harga Buncis dan Kacang Panjang di DKI Naik Drastis

Lani Pujiastuti - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2015 10:15 WIB
Harga Buncis dan Kacang Panjang di DKI Naik Drastis
Jakarta - Harga komoditas hortikultura atau sayuran di Jakarta mengalami kenaikan tinggi. Beberapa jenis sayuran, seperti kacang panjang, buncis hingga terong harganya tetap tinggi bahkan melampaui setelah Lebaran.

Seperti pantauan detikFinance pada pagi ini di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2015). Harga kacang panjang, buncis dan tomat naik hampir 100% dari awal Juli atau sebelum bulan puasa. Harga semakin menanjak setelah Lebaran dan bertahan tinggi hingga saat ini.

"Kacang panjang saya jual Rp 15.000/kg padahal normalnya Rp 8.000/kg, paling mahal Rp 10.000/kg. Buncis saya jual hari ini Rp 17.000/kg. Ada yang jual Rp 20.000/kg padahal normalnya hanya Rp 12.000/kg," jelas Tri, pedagang sayur Pasar Minggu kepada detikFinance di sela-sela berdagang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tri mengaku heran dengan harga sayuran yang tidak turun usai lebaran. Padahal, harga biasanya kembali normal usai lebaran.

"Masih pakai harga lebaran semua, heran saya. Dari dulu setelah lebaran ya harga turun. Terong juga naik, biasa cuma Rp 4.000/kg sekarang jadi jualnya Rp 8.000/kg. Mau gimana? Saya belanja dari Pasar Induk paling ambil untung Rp 1.000/kg," ujar Tri.

Pedagang lain, Gunarto pun mengeluhkan tingginya harga sayuran seperti kacang panjang dan buncis. Ia menjual buncis Rp 24.000/kg sedangkan kacang panjang Rp 20.000/kg. Saking mahalnya harga sayuran, Gunarto hanya melayani pesanan kacang panjang dan buncis dari para pelanggan.

"Buncis jualnya Rp 24.000/kg, modalnya saja Rp 21.000/kg. Kacang panjang juga mahal, jualnya Rp 20.000/kg. Ini harga setelah Lebaran. Efek kemarau, banyak yang gagal panen petaninya. Pasokan jadi berkurang. Sementara pembeli yang butuh kan tetep banyak," terang Gunarto.

(feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads