Pantauan detikFinance pagi ini di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, harga cabai naik sampai Rp 5.000/kg akibat berkurangnya pasokan dari sentra. Euforia peringatan HUT ke-70 RI dengan beragam kegiatan di daerah-daerah turut memengaruhi kenaikan harga. Buruh petik sibuk di luar kebun, kiriman ke pasar induk pun terlambat.
"Cabai rawit malah naik lagi Rp 5.000/kg. Dua hari lalu saya masih jual turun Rp 60.000/kg, sekarang jualnya Rp 65.000/kg. Petaninya telat ngirim karena di desa banyak acara 17-an nggak ke kebun. Faktor kemarau juga, pada mati," ungkap Gunarto, pedagang sayur Pasar Minggu kepada detikFinance, di sela-sela berdagang, Selasa (18/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gunarto pun mengurangi pasokan cabai rawit yang dibawanya. Ia masih bisa menyetok cabai rawit hingga 10 kg/hari saat harga di bawah Rp 50.000/Kg. Hari ini hanya membawa 5 kg/hari karena harga yang terlampau mahal.
"Mahal, nggak berani bawa banyak. Kalau ngga abis kan rugi banyak. Siapa tau besok harga turun baru jual bawa banyak lagi," ujarnya.
Pedagang lain, Tri pun merasakan pasokan cabai sedang terhambat. "Ramai 17-an di kampung, buruh-buruhnya pada nggak metik, pasokan jadi berkurang.
Tri pun menjual cabainya Rp 72.000/kg, naik dibanding dua hari lalu Rp 70.000/kg. "Belanjanya naik, ya jualnya naik. Padahal musim langka cabai itu nanti mau tahun baru (Desember-Januari), sekarang saja harga sudah segini. Gimana nanti," keluh Tri.
Pekan lalu, Perum Bulog menggelar operasi pasar cabai salah satunya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, agar harga cabai kembali normal. Saat operasi pasar Bulog menjual cabai rawit Rp 40.000/kg, jauh di bawah harga pasar.
(hen/hen)










































