Pantauan detikFinance di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dalam 2 hari harga tomat naik 25% akibat terhambatnya pasokan. Harga tomat naik dari pembelian di tingkat pedagang Rp 4.000/kg menjadi Rp 5.000/Kg atau naik 25%.
"Tomat memang di sentra sedang panen raya, pasokannya banyak jadi harga turun. Tapi hari ini naik lagi jadi Rp 6.000/kg. Saya belinya aja naik Rp 1.000/kg. Belinya tadinya Rp 4.000/kg jadi Rp 5.000/kg," ungkap Tri, pedagang sayur Pasar Minggu, kepada detikFinance, Selasa (18/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tri mengakui padahal saat ini di sentra sedang panen raya dan tomat berlimpah. "Padahal di petani panen raya, melimpah, bahkan sampai dibiarin ngga dipetik saking murahnya harga. Kali dipetik malah berat kasih upah buruh," ujar Tri.
Pedagang lain, Gunarto pun merasakan kenaikan harga tomat yang dibelinya dari pasar induk pagi ini. "Iya tomat belinya naik Rp 1.500/kg malah. Tomat besar saya jualnya jadi Rp 7.000/kg kalo yang kecil Rp 4.000/kg," jelasnya.
Padahal dua hari lalu Gunarto hanya mematok harga Rp 3.000/kg untuk tomat ukuran kecil dan Rp 5.500/kg untuk tomat ukuran besar.
Menurut Gunarto, naiknya harga di Pasar Minggu sangat tergantung dengan Pasar Induk Kramat Jati. Tomat hari ini harga naik, menurutnya disebabkan terhambatnya pasokan.
"Petaninya sibuk banyak acara 17-an di desa, nggak ke kebun," tambahnya.
Di tingkat petani, harga tomat anjlok mencapai Rp 400/kg, bahkan ada yang mencapai Rp 200/kg. Melimpahnya pasokan dan turunnya harga di tingkat petani membuat harga tomat di pasarpun turut merosot.
"Harga tomat lagi turun beberapa hari ini. Grade A yang besar-besar untuk jus dari harga Rp 9.000/kg jadi Rp 6.000. Grade B Rp 4.000/kg dan Grade C yang kecil-kecil Rp 3.000/kg," ujar Gunarto pekan lalu.
(hen/hen)











































