"Surplus di bulan Juli terbesar dikarenakan penurunan impor yang jauh lebih besar dibandingkan dengan ekspor. Sehingga muncul surplus," kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, Adi Lumaksono di kantor BPS, Selasa (18/8/2015)
BPS mencatat Ekspor Juli US$11,41 miliar dibandingkan dengan Juni turun 15,53%. Sedangkan impor pada Juli 2015 tercatat US$ 10,08 miliar atau turun 22,36% dibandingkan Juni 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan juga terjadi karena harga jenis komoditas, terutama untuk ekspor. Kita masih bersyukur bahwa penurunan ekspor lebih lambat dibandingkan impor," katanya.
Menurutnya bila kondisi nilai ekspor terus di atas impor, karena ada penurunan impor, karena faktor kurs rupiah yang melemah, maka kondisi surplus perdagangan akan berlanjut.
"Kalau kondisinya terus begitu, surplus akan terus meningkat," katanya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2015 surplus US$ 1,33 miliar. Hal terjadi karena ekspor tercatat US$ 11,41 miliar, sedangkan impornya lebih rendah yaitu US$ 10,08 miliar.
BPS juga mencatat surplus neraca perdagangan secara akumulasi Januari-Juli 2015 mencapai US$ 5,73 miliar
"Ini adalah capaian surplus yang luar biasa, terbesar sejak Januari 2014 atau 19 bulan yang lalu," kata Adi.
(mkl/hen)










































