Sejak Lebaran Harga Cabai Keriting Masih tinggi Rp 45.000/Kg

Sejak Lebaran Harga Cabai Keriting Masih tinggi Rp 45.000/Kg

Lani Pujiastuti - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2015 16:26 WIB
Sejak Lebaran Harga Cabai Keriting Masih tinggi Rp 45.000/Kg
Jakarta - Harga komoditas cabai baik cabai rawit, cabai merah besar dan cabai merah keriting saat ini masih tinggi di Jabodetabek. Cabai rawit bahkan bertahan di level Rp 70.000/kg, sedangkan cabai merah keriting berada di level Rp 45.000/kg. Harga tersebut bertahan sejak Lebaran.

Harga cabai merah keriting yang bertahan tinggi di pasar. Padahal harga di tingkat petani seperti petani di Kabupaten Banyumas, harga cabai merah keriting berkisar Rp 20.000-22.000/kg.

"Harga cabai merah keriting di tingkat petani saat ini Rp 20.000-Rp 22.000/kg. Rantainya memang panjang, sampai ke konsumen lokal saja ada 4 rantai. Harga di pengepul desa Rp 23.000/kg, lalu di pasar kota Rp 25.000-26.000/kg. Ke pengecer Rp 30.000-33.000/kg. Sampai ke konsumen Rp 35.000/kg," ungkap Judiono, petani cabai di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas ketika dihubungi detikFinance, Selasa (18/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga tersebut diakui Judiono termasuk relatif tinggi di sentra petani. Ia mengaku heran mendengar harga cabai merah keriting di Jakarta mencapai Rp 45.000/kg.

"Wah, itu dua kali lipat dari harga di tingkat petani. Kalo pasokan ke Jakarta datangnya kebanyakan dari Lampung dan Jawa Barat. Kalo Jawa Tengah pemasoknya Temanggung dan Wonosobo. Tapi harga di tingkat petani di sini sudah termasuk tinggi," jelasnya.

Pudjiono saat ini menanam 2.000 tanaman cabai merah keriting di lahan seluas 1.400 meter persegi. Sebagian sudah ia panen sementara sebagian ada yang baru ditanam. Pudjiono sengaja tidak menanam cabai dalam satu waktu untuk mencegah kerugian saat harga jatuh jika panen bersamaan.

Menurut Pudjiono, anomali harga cabai membuat petani was-was. "Saat harga tinggi petani senang, konsumen pusing. Keinginan petani sebetulnya cabai bisa dibuat patokan harga dasar supaya saat panen raya, harga jatuh tetap bisa BEP atau balik modal untuk nanam lagi," ujarnya.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads