Ini Hasil Rapat Perdana yang Dipimpin Menko Rizal Ramli

Ini Hasil Rapat Perdana yang Dipimpin Menko Rizal Ramli

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2015 19:21 WIB
Ini Hasil Rapat Perdana yang Dipimpin Menko Rizal Ramli
Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli memimpin rapat perdananya dengan sejumlah kementerian di bawah koordinasinya. Rapat koordinasi kali ini fokus membahas mengenai pariwisata.

Selain Rizal, menteri yang hadir adalah Menteri Pariwisata Arief Yahya dan sejumlah pejabat yang mewakili kementerian lainnya. Hadir dalam rapat Direktur Jenderal Ketenagalistikan Kementerian ESDM, Jarman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas IGN Wiratmadja, Sekjen Kemenhub Sugihardjo dan perwakilan kementerian lainnya.

Kita mau kembangkan pariwisata kita harus dapat dukungan infrastruktur. Supaya bisa menarik manfaat dari segi maritim. Juga dari segi kelautan. Karena ada negara yang hidup dari marine tourism, seperti Maldives, Thailand. Saya panggil juga dirjen migas dan listrik, karena mau bangun kawasan wisata, nggak ada listriknya, jangan mimpi ada wisatawan," kata Rizal seusai rapat di kantor Kemenko Maritim, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rizal mengatakan, pemerintah menargetkan Indonesia bisa menarik 20 juta orang wisatawan pada 2019 nanti. Untuk tahun ini, target wisatawan yang datang ke Indonesia sebanyak 10 juta orang.

"Banyak negara yang tumbuh dari pariwisata. Kita dengan 10 juta turis, dapat devisa US$ 10 miliar. Nanti 20 juta turis 2019, kalau itu tercapai, minimal US$ 20 miliar devisa. Akan memperkuat nilai tukar. Malaysia, US$ 21 miliar, Thailand, US$ 42 miliar," paparnya.

Mantan Dirut Bulog ini juga mengatakan, ada beberapa strategi yang bakal dilakukan. Di antaranya adalah dengan membuat 7 tujuan wisata prioritas di samping 3 daerah wisata prioritas saat ini (Jakarta, Bali, dan Kepulauan Riau). Ketujuh tempat destinasi wisata tersebut akan fokus dikembangkan baik dari segi infrastruktur, promosi dan aspek pendukung lainnya agar bisa menarik banyak wisatawan,

"Bagaimana strateginya. Esensinya kita ingin bangun 5-7 top destination dalam 5 tahun. Tentu banyak yang ngiri daerah lain, bertahap lah. Misalnya Labuan Bajo, Flores, Danau Toba,"β€Ž katanya.

"Nah strateginya pertama, turis nggak akan datang kalau nggak aman dan nyaman. Kami dengan kolega kami Menkopolhukam, di wilayah wisata kita perkuat pengamanan dan security. Pemerintah bangun fasilitas jalannya, lalu listrik, ketiga water and drainage, air bersih dan sistem sanitasi kita. Kalau jorok turis nggak mau datang. Keempat kita ubah design-nya. Bukan hanya hotel yang mewah, tapi pedagang kecil, restoran. Kita gunakan management modern. Kayak di mal. Kita undang arsitek paling top," paparnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya meyakini dengan strategi ini, target 20 juta wisatawan di 2019 akan tercapai.

"Target tahun ini 10 juta. Sampai semester 1, target kita 4,5 juta. Tercapai 4,65 juta. Akhir tahun ini sudah mencapai 10 juta. Tahun 2016 target kita 12 juta, naik 20%," kata Arief.

(zul/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads