Sebelumnya Amran sempat sidak ke beberapa feedloter di Tangerang dan Cianjur. Pada saat sidak, Amran mendesak manajemen feedloter agar tak menahan stok sapi dan menurunkan harga sapi bobot hidup dari Rp 45.000-46.000/Kg menjadi Rp 38.000/Kg.
"Empat hari lalu ada 35 feedloter bertanda tangan menyampaikan ke saya, bahwa mereka ikut pemerintah. Sekarang harga (daging sapi) sudah turun," kata Amran di Istana, Rabu (19/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami cek ke lapangan untuk meyakini stok aman, kami cek ke salah satu feedloter, saat kami cek harga langsung turun dari 45.000-46.000 menjadi 38.000 per kg pada hari itu juga, dan direkturnya sempet minta maaf," katanya.
Amran menjelaskan, alasannya mendorong feedloter segera menurunkan harga daging sapi bobot hidup karena sebelum Lebaran harganya masih Rp 38.000/kg, namun setelah Lebaran naik jadi di atas Rp 40.000/kg.
"Kami tanya kok bisa naik 10.000? ini baru tiga bulan lalu 37-38 kok jadi 45. apakah karena pakannya naik dua kali lipat, atau ada apa? hari itu juga turun jadi 38.00 per kg, termasuk PT Widodo (Cianjur) di Jabar," katanya.
Selain itu, Amran mengatakan pemerintah akan menambah alokasi impor sapi, untuk tambahan di akhir tahun. Kementerian Perdagangan memperkirakan angkanya sekitar 200.000-300.000 ekor termasuk sapi siap potong.
"Insya Allah ada rencana impor, itu pilihan terakhir kita, kita kaji bersama. kita mengimpor sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan orang. kemudian Insya Allah kami libatkan BUMN," katanya.
Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) yang punya anggota 35 feedloter sempat mengakui telah mengatur atau mengendalikan pasokan sapi ke rumah potong hewan (RPH) sehingga berdampak pada pasokan dan harga daging di pasar.
Mereka sengaja membatasi pasokan ke RPH karena alokasi impor triwulan III-2015 hanya 50.000 ekor sapi bakalan. Padahal pada triwulan II-2015 mencapai 200.000 ekor sapi bakalan.
Direktur Eksekutif Apfindo Joni Liano mengatakan, konsekuensinya alokasi impor yang turun drastis membuat para anggotanya mengendalikan pasokan ke RPH. Tujuannya harga stok yang ada saat ini 140.000 ekor ditambah 50.000 ekor bisa tersedia sampai Desember 2015.
"Anggota kami merestrukturisasi penjualannya, karena stok menipis. Mengatur suplai agar stok sampai Desember, sebab kalau November-Desember nggak ada itu bisa ada PHK pegawai," kata Joni beberapa waktu lalu.
Harga daging di feedloter memang sekitar Rp 40.000/Kg, namun butuh proses biaya pemotongan, hingga menjadi daging dan tulang harganya bisa mencapai Rp 80.000/Kg, belum termasuk harga di konsumen.
(hen/rrd)











































