Jonan akan mendukung aktivitas bisnis pelayaran di tanah air. Namun, Jonan meminta pengusaha atau pemilik kapal menjaga aspek keselamatan pelayaran, Jonan menegaskan tidak mau bermain-main dengan aspek safety atau keamanan.
"Ada 1 hal yang nggak boleh ditawar. Mau 1 juta orang demo, saya tidak mundur. Masalah safety nggak mau ditawar. Separuh perusahaan INSA bangkrut nggak apa (mengabaikan aspek safety)," kata Jonan di Acara Rapat Umum Anggota XVI, di Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (20/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau diperlukan perubahan peraturan, kewenangan saya sebagai menteri tolong ajukan saja. Kalau mau, kita duduk berunding," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Jonan akan memprioritaskan perusahaan pelayaran berbendera Indonesia untuk melayani transportasi laut di tanah air. Hal ini sejalan dengan prinsip asas cabotage.
Asas ini mewajibkan kapal berbendera Indonesia saja yang bisa melayani pelayaran barang dan penumpang hingga pelosok negeri. Namun, Jonan memiliki pandangan berbeda bila ada jalur pelayaran yang tidak mampu dilayani oleh kapal nasional. Ia siap membuka tender internasional kepada operator kapal asing.
"Asas cabotage nggak boleh sandera kepentingan bangsa. Saya support Anda. Anda minta peraturan agar bisnis maju saya dukung. Tapi asas cabotage nggak boleh sandera kepentingan bangsa," tuturnya.
(feb/hen)











































