Mentan Pilih Impor Sapi Bakalan untuk Alokasi Akhir 2015

Mentan Pilih Impor Sapi Bakalan untuk Alokasi Akhir 2015

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 20 Agu 2015 19:28 WIB
Mentan Pilih Impor Sapi Bakalan untuk Alokasi Akhir 2015
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa stok sapi di dalam negeri masih cukup hingga akhir tahun ini sehingga tak perlu tambahan pasokan sapi impor. Impor sapi yang akan dikeluarkan akhir tahun untuk kebutuhan awal 2016 dalam bentuk sapi bakalan atau perlu digemukan.

Ia menuturkan, beberapa waktu lalu dirinya telah mengecek stok sapi langsung ke tempat penggemukan sapi atau feedloter. Total ada stok 198 ribu ekor sapi alias cukup hingga akhir tahun.

Di dua feedloter yang dikunjunginya saja, di Banten dan Cianjur, ada 40 ribu ekor sapi. Karena itu, menurutnya, harusnya pasokan daging sapi cukup dan harga tidak melambung sampai Rp 130.000/kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amran mengklarifikasi bahwa tambahan impor 200.000-300.000 ekor sapi yang disebut oleh Menteri Perdagangan Thomas Lembong adalah untuk kebutuhan pada awal tahun depan, bukan untuk kebutuhan hingga akhir tahun ini. Jumlah sapi yang diimpor pun masih akan dihitung lebih lanjut.

"Untuk tahun ini kan cukup. Itu untuk persiapan kuartal berikutnya. Tapi itu tetap kita kaji, belum tentu 200.000 ekor, kita kaji lagi," kata Amran usai pertemuan dengan para peternak unggas di Kantornya, Jakarta, Kamis (28/8/2015).

Ia menjelaskan bahwa yang akan diimpor adalah sapi bakalan, bukan sapi siap potong. Izin akan dikeluarkan pada kuartal IV (Oktober-Desember) ini untuk memenuhi kebutuhan pada awal tahun 2016. Sapi bakalan yang diimpor akan digemukan dulu selama 3 bulan dan dipotong sekitar Januari-Maret 2016.

"Bukan sapi siap potong. Apapun ceritanya, kalau sekarang datang kan harus dipelihara 3 bulan," ucapnya.

Ia menyatakan bahwa tidak akan ada tambahan impor sapi lagi untuk tahun ini, izin terakhir yang dikeluarkan untuk kebutuhan tahun ini adalah 50.000 ekor sapi bakalan untuk kuartal III dan 50.000 ekor sapi siap potong untuk Perum Bulog.

"Kita mengimpor sesuai kebutuhan. Yang dipersiapkan Pak Mendag adalah untuk kuartal berikutnya karena sapi (bakalan) impor tidak bisa hari ini datang besok langsung dipotong. Stok sekarang cukup untuk sampai akhir tahun," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong menyatakan siap membuka izin impor sapi sebagai langkah untuk menstabilkan harga daging di dalam negeri. Lembong menegaskan tidak akan sembarangan mengeluarkan izin untuk para importir atau feedloter.

"Walaupun saya siap keluarkan izin impor,β€Ž tidak akan saya bagi-bagi sembarangan," kata Lembong.

Lembong akan berkoordinasi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) beserta aparat hukum dalam pengambilan keputusan.β€Ž

Untuk memastikan importir tersebut layak mendapatkan izin. Selama ini ada dugaan beberapa importir atau perusahaan penggemukan sapi (feedloter) menahan stok sapi bakalan yang sudah siap potong.

"Mohon pelaku usaha harmonis dengan Pak Mentan. Karena saya akan cek dulu ke pak Mentan. Pak Mentan sudah koordinasikan ke KPPU dan lembaga hukum. Saya akan pastikan apakah pelaku ini baik atau nakal," jelas Lembong.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads